A. Pendahuluan
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak 2008 sampai sekarang masih terasa imbasnya pada masyarakat kecil. Sulitnya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya menyebabkan beban penderitaan yang jika dibiarkan akan menjadi masalah besar bagi bangsa yang majemuk ini. Kecilnya akses masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak disebabkan kurang tersedianya lapangan kerja yang memadai.Hal ini menyebabkan jumlah penganguran dari hari ke hari semakin meningkat. Yang menjadi masalah serius lagi adalah bagaimana pengangguran yang ada ini bukan Cuma pengangguran yang memang tidak lanjut bersekolah karena ketiadaan biaya tapi yang memperihatinkan adalah mereka yang tidak bekerja tetapi latar belakang pendidikan mereka tinggi atau lulusan akademi dan universitas atau setingkat disebut pengangguran terdidik. Jumlah pengangguran terdidik di Indonesia saat ini mencapai 961.000 orang. Hal itu berdasarkan data di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) terhitung hingga Agustus 2008. Untuk Sul-Sel angka penganggurannya pada tahun 2007 mencapai 425.855 orang, ternyata sekitar 257.000 diantaranya penganggur terdidik, dari kalangan sarjana (S1 dan S2) diploma dan tamatan SMA.
B. Masalah tingginya pengangguran
Untuk mengatasi pengangguran terdidik di Sul-Sel yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan akibat dari semakin banyaknya lulusan para perguruan tinggi yang belum mendapatkan kesempatan kerja atau spesifikasi keahlian yang dimiliki para lulusan ini tidak sesuai dengan tuntutan dunia kerja, diperlukan kerjasama berbagai pihak. Bukan Cuma pihak dari pemerintah setempat atau masyarakat tetapi yang tak kalah penting dengan pihak dunia usaha. Beberapa permasalahan pengangguran yang terjadi di Indonesia dan daerah-daerah yang lain di Indonesia yaitu :
1. lemahnya investasi sejak krisis ekonomi menyebabkan rendahnya penyerapan tenaga kerja. perekonomian tumbuh moderat didorong terutama oleh konsumsi masyarakat. Pola ekonomi demikian menyebabkan kesempatan kerja formal yang tercipta relative kecil. Perkembangan konsumsi masyarakat yang menonjol, selain kebutuhan pangan adalah telekomunikasi, terutama dalam bentuk telepon nirkabel dan sepeda motor. Fenomena ini menonjol terutama sejak masa krisis. Perkembangan telekomunikasi nirkabel tentu saja membutuhkan investasi besar, namun berbeda dengan kegiatan di sector manufaktur, sector telekomunikasi tidak bersifat padat karya. Pembelian sepeda motor sebenarnya berkaitan dengan perkembangan sector manufaktur. Namun investasi di industry sepeda motor juga tidak dapat menyerap tenaga kerja, dibandingkan misalnya dengan industry padat karya seperti tekstil, garmen dan alas kaki.
2. Perusahaan pada umumnya menganggap bahwa kakunya peraturan tenaga kerja terutama berkaitan dengan mahalnya biaya memberhentikan tenaga kerja dan terus meningkatnya upah minimum menyebabkan perusahaan enggan untuk menambah tenaga kerja secara berarti. Bagi perusahaan labih baik mencari peluang, sekalipun tidak langsung, untuk melakukan outsourcing. Hal ini sejalan dengan kecenderungan semakin rendahnya keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan penyerapan tenaga kerja. Jika sebelum krisis pertumbuhan 1% dapat menyerap tenaga kerja sekitar 250 ribu orang, maka setelah krisis hanya setengahnya atau lebih kecil lagi.
C. Kebijakan Mengatasi Pengangguran terdidik dan Kemiskinan di Sul-Sel
Beberapa hal atau cara yang harus dilakukan dan diperhatikan dalam menangani pengangguran terdidik di Sul-Sel adalah :
1. Tingkatkan perkembangan sector pertanian dan manufacturing
Pemerintah Sul-Sel dalam memacu laju pertumbuhan ekonomi masih menitik beratkan pada pengembangan sektor perdagangan, dalam perkembangan pemerintah Sulsel seharusnya mampu melihat potensi sektor manufacturing dan pertanian yang cukup besar yang mana dapat menyerap tenaga kerja jauh lebih banyak dibanding pengembangan sektor industri seperti mal. Investasi yang terjadi di Sulsel khususnya di Makassar kebanyakan fokus pada sektor industri seperti mal-mal, ruko dan pengusaha, dimana pengembangan tersebut hanya bersifat jangka pendek dalam hal penyerapan tenaga kerja sehingga yang tercipta adalah masyarakat pembeli atau konsumsi bukan masyarakat produsen,padahal daerah Sul-Sel memiliki potensi lahan pertanian yang luas, berbeda jika suatu daerah mengembangkan laju pertumbuhan ekonomi dengan mendukung perkembangan sektor manufacturing dan pertanian yang lebih bersifat jangka panjang dalam hal penyerapan tenaga kerja itu dinilai akan lebih banyak menyerap tenaga kerja.
2. Kebijakan perekonomian harus menciptakan masyarakat produksi
Secara nasional laju pertumbuhan ekonomi belum mampu menyerap tenaga kerja secara equivalen, idealnya 1% pertumbuhan ekonomi nasional mampu menyerap 300 ribu tenaga kerja, namun pada kenyataanya hanya mampu menyerap 250 ribu tenaga kerja.
Sedangkan jumlah tenaga kerja baru yang menganggur mengalami peningkatan, tercatat jumlah tenaga kerja baru yang menganggur mencapai 700 ribu sarjana baru.
Hal tersebut dinilai dipicu alokasi imvestasi yang berkembang tidak menyerap tenaga kerja yang maksimal dimana masih banyak disektor perdagangan dengan daya serap yang cukup rendah dan bersifat jangka pendek. Kedepan kebijakan perekonomian harus bisa menciptakan masyarakat produksi karena banyak potensi pengembangan agri industri seperti kakao, jagung, harus diolah untuk mengubah komoditas unggulan.Ketersedian komoditas itu cukup melimpah untuk diberdayakan dan dikedepankan.
3. Menciptakan iklim investasi yang kondusif
Hambatan investasi ini harus diatasi. Jika pemerintah tidak dapat membuat peraturan ketenagakerjaan lebih fleksibel sebagimana yang diminta investor, maka cara lain harus dilakukan untuk membuat lingkungan investasi lebih kondusif. Apakah itu melalui insentif pajak atau insentif lainya. Begitu pula hambatan administratif yang menghambat investasi baik di tingkat pusat maupun daerah harus diatasi. Begitupula pencairan dana untuk belanja modal, terutama di tingkat daerah harus ditingkatkan. Alasan ketatnya audit dan gerakan anti korupsi tidak dapat lagi dapat dikedepankan rendahnya belanja modal terutama di daerah, setelah pemerintahan baru berjalan dua tahun. Pemerintah termasuk lembaga yang menangangani audit dan korupsi harus bekerja secara terkoordinasi sehingga alasan ini tidak selalu mengedepan. Hal menarik yang harus dibanggakan adalah kebijakan gubernur Sul-Sel yang akan menerapkan pembebasan pajak ( tax holiday) dan pungutan lainnya bagi pengusaha yang mau berinvestasi dengan mempekerjakan karyawan minimal 1.000 orang, dan akan mengawal proses perijinan sampai ke lapangan supaya tidak ada hambatan yang berarti sehingga para pengusaha bersemangat untuk berinvestasi di Sul-Sel.
4. Penciptaan lapangan kerja/padat karya
Pengurangan pengangguran melalui program padat karya dapat dikatakan sebagai investasi public yang selanjutnya dapat mendorong investasi swasta, karena menurunkan angka kriminalitas dan menurunkan potensi konflik social. Pemerintah dapat juga membiayai program pembangunan infrastruktur dan padat karya dengan meminjam dana masyarakat karena likuditas cukup banyak di perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Pemerintah dapat mengeluarkan SUN (Surat Utang Negara) baik jangka panjang maupun jangka pendek (kurang dari satu tahun) untuk membiayai program-program padat karya. Untuk program padat karya ini kita tidak perlu harus meminjam dana dari luar negeri. Sedangkan untuk mendorong investasi padat karya, kepastian bagi dunia usaha diperbaiki. Industry padat karya, seperti tekstil, garmen, alas kaki dan elektronika menghadapi ancaman dari luar dan dalam negeri yang sangat besar, sementara itu pemerintah tidak berbuat banyak untuk membantu mengatasinya. Pemerintah seakan-akan membiarkan para pengusaha di industry padat karya berjuang sendiri untuk mengatasi permasalahan mereka. Hal ini yang harus diperbaiki,bagaimanapun juga hasil karya bangsa sendiri jauh lebih baik karena hasil pembeliannya tetap kembali pada masyarakat yang ujung-ujungnya masyarakat produksi kita akan meningkat taraf kehidupannya.
5. Perlunya kerjasama pihak perguruan tinggi dengan Bank
Dalam setiap perguruan tinggi di Sul-sel baik negeri atau swasta perlu mahasiswanya dibekali dengan mata kuliah kewirausahaan yang menjadi dasar bagi yang mempunyai bakat dan minat berwirausaha.Namun itu tidak berarti tampa ditopang oleh modal,oleh karena itu perlunya pihak bank di sini baik swasta atau negeri memberikan bantuan modal dasar bagi mahasiswa yang bersungguh-sungguh untuk berusaha setiap tahunnya.
6. Pembangunan sekolah kejuruan
Dalam mengatasi dunia kerja yang semakin kompleks diperlukan juga keahlian yang mumpuni dari para pencari kerja. Lemahnya system pendidikan kita yang pada masa yang lalu yang tidak terlalu mempromosikan sekolah kejuruan ini mengakibatkan masyarakat enggan untuk menyekolahkan anaknya serta melihat potensi lapangan kerja yang ada belum menjanjikan. Peserta didik yang bersekolah di sekolah umum tidak memiliki kemampuan awal yang bisa dipakai berusaha setelah mereka lulus. Dengan mengefektifkan dan membuka sekolah kejuruan yang baru yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja diharapkan jumlah pengangguran dapat ditekan minimal jika mereka tidak diterima bekerja di perusahaan-perusahaan misalnya,mereka dapat membuka lapangan kerja sendiri dan ini lebih baik karena dapat menyerap tenaga kerja yang lain. Pertimbangannya dengan tetap mengacu pada jenis usaha yang menjanjikan ke depan,selain itu dibutuhkan kreatifitas tinggi dalam menghadapi persaingan di dunia usaha.
D. Kesimpulan
Dalam mengatasi pengangguran terdidik di Sulawesi-Selatan diperlukan semangat dan kerja keras serta kerjasama dari semua pihak baik pemerintah daerah,masyarakat, LSM,stakeholders lainnya. Pengangnguran merupakan masalah bersama,karena untuk mewujudkan masyarakat ( kondisi social ) yang aman berawal dari tingkat kesejahteraan masyarakat. Pengambilan kebijakan yang di anggap positif dalam meredam laju pengangguran harus terus dilakukan,bukankah Negara/daerah yang aman tanpa ada gejolak social tercipta karena tingkat kesejahteraan mereka tercapai. Dengan demikian Negara yang makmur.aman,gemah rifah lohjinawi,baldatun Thaiyyabatun warabbun ghafur, akan tercapai namun itu membutuhkan waktu dan saatnya kita mulai dari sekarang.
Sebuah blog yang berusaha untuk mencoba memberikan pencerahan intelektual dalam ketatnya persaingan hidup terutama dari segi pendidikan dan menggali Potensi lokal dalam mencoba memberdayakan komponen masyarakat dalam pencapaian kehidupan yang lebih maju dalam menghadapi globalisasi di segala sendi kehidupan bermasyarakat.
Rabu, 16 Juni 2010
PENGELOLAAN SAMPAH
Pertambahan jumlah penduduk dari hari ke hari perlu diwaspadai,karena dikhawatirkan akan menimbulkan banyak masalah diantaranya masalah ekonomi, dimana terjadi pergeseran pola hidup yang cenderung mengikuti pola konsumerisme, salah satunya adalah berbelanja berbagai jenis barang yang berpotensi menghasilkan sampah.Kesadaran masyarakat mengenai pola hidup bersih dan penanganan sampah yang dihasilkan oleh aktivitas masyarakat di daerah Barru perlu dicarikan alternative secepatnya.Bagaimana sampah hasil rumah tangga dan limbah industri tersebut bisa ditangani dengan baik sebelum menghasilkan dampak yang lebih besar di kemudian hari. Apa sebenarnya itu sampah? menurut Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ekolink, 1996, Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Berdasarkan jenisnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai : a.) sampah organik, terdiri dari bahan-bahan penyusunan tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, atau yang lain. Sampah ini dapat mengalami perubahan atau terurai secara alami (degradable-waste). Antara lain seperti daun-daunan, sisa makanan, sisa tepung, kulit buah, kotoran, dan lain-lain. b.) sampah non organik, berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui seperti mineral dan minyak bumi atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik, styrofoam, dan aluminium. Sebagian zat non organik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lagi yang lain hanya diuraikan dengan waktu yang sangat lambat dan lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga berupa plastik, kaca, kaleng, styrofoam, dan sejenisnya. Ini disebut juga non degradable-waste. Dilihat dari tempat asalnya sumber sampah yang ada di daerah Barru berasal dari hasil aktifitas-aktifitas kehidupan kota, seperti sampah dari pasar, sampah dari pemukiman, perkantoran, industri, rumah sakit, transportasi, dan lain-lain.
Masalah yang dapat ditimbulkan jika sampah tidak dikelola seperti masalah-masalah lingkungan contohnya got mampet, penyakit menular, hama, dan lain-lain adalah sebagai bentuk pencemaran lingkungan yang sebagian besar diawali dan diakibatkan oleh limbah-limbah yang tidak terurai dengan baik. Penanganan limbah/sampah yang telah dimulai sejak dini/awal yang dimulai dari lingkup kecil rumah tangga/dasa wisma, jelas akan sangat memudahkan dan membantu dalam penanganannya yang lebih luas, mengurangi biaya dan tenaga kerja.Pengelolaan sampah yang kurang mewadahi (pembuangan yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang baik bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang lalat dan anjing yang dapat membawa penularan penyakit. Beberapa alternatif penanganan sampah sebagai berikut : 1.) Sanitary Landfill (Sistem Pengelolaan Sampah Akhir) . Cara ini merupakan metode pembuangan akhir sampah yang sehat, apabila dengan melengkapi TPA yang ada dengan fasilitas pendukung yang memadai dan mengusahakan perlindungan lingkungan yang seksama dalam mencegah pencemaran akibat penimbunan sampah (AMDAL adalah salah satu instrumennya). Pencemaran lingkungan sekitar dikurangi dengan memberikan lapisan kedap air pada dasar landfill, sistem pengumpul dan pengolah air lindu, ventilasi gas, dan tanah penutup harian.
2.) Ekonomi Alternatif. Sampah organik dari pasar berupa sayuran (kobis,slada air,sawi), daun pisang, dan sisa makanan biasanya diambil untuk makanan binatang ternak seperti kelinci, kambing, babi, dan juga ayam atau itik. Hal ini sagat bermanfaat sebab selain mengurangi jumlah sampah juga mengurangi biaya peternakan.
Selain beberapa hal di atas masyarakat juga harus mencoba untuk bergaya hidup ramah lingkungan, antara lain dengan berusaha menerapkan :
a.Recycle, mengolah kembali yaitu kegiatan yang memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut.
b.Reduce, mengurangi adalah semua bentuk kegiatan atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah,tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan, jadi konsumsi berdasarkan kebutuhan saja bukannya keinginan.
c.Replace,menggantikan dengan bahan yang bisa dipakai ulang, upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat produksi sampah. Mengganti kebiasaan menerima banyak kantong plastik belanjaan, dengan membawa tas belanja sendiri dari rumah, berarti mngurangi potensi menumpukknya sampah kantong plastik di rumah anda sendiri.
d.Refill, mengisi ulang wadah-wadah produk yang dipakai. Beberapa produk menjual juga edisi isi ulang/refill, dengan demikian akan mengurangi potensi menumpuknya sampah wadah produk di rumah.
e.Replant, menanam kembali. Dengan berkreatifitas melakukan pengomposan dan berkebun dipekarangan rumah, dengan menanam juga beberapa pohon perindang.
Masalah yang dapat ditimbulkan jika sampah tidak dikelola seperti masalah-masalah lingkungan contohnya got mampet, penyakit menular, hama, dan lain-lain adalah sebagai bentuk pencemaran lingkungan yang sebagian besar diawali dan diakibatkan oleh limbah-limbah yang tidak terurai dengan baik. Penanganan limbah/sampah yang telah dimulai sejak dini/awal yang dimulai dari lingkup kecil rumah tangga/dasa wisma, jelas akan sangat memudahkan dan membantu dalam penanganannya yang lebih luas, mengurangi biaya dan tenaga kerja.Pengelolaan sampah yang kurang mewadahi (pembuangan yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang baik bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang lalat dan anjing yang dapat membawa penularan penyakit. Beberapa alternatif penanganan sampah sebagai berikut : 1.) Sanitary Landfill (Sistem Pengelolaan Sampah Akhir) . Cara ini merupakan metode pembuangan akhir sampah yang sehat, apabila dengan melengkapi TPA yang ada dengan fasilitas pendukung yang memadai dan mengusahakan perlindungan lingkungan yang seksama dalam mencegah pencemaran akibat penimbunan sampah (AMDAL adalah salah satu instrumennya). Pencemaran lingkungan sekitar dikurangi dengan memberikan lapisan kedap air pada dasar landfill, sistem pengumpul dan pengolah air lindu, ventilasi gas, dan tanah penutup harian.
2.) Ekonomi Alternatif. Sampah organik dari pasar berupa sayuran (kobis,slada air,sawi), daun pisang, dan sisa makanan biasanya diambil untuk makanan binatang ternak seperti kelinci, kambing, babi, dan juga ayam atau itik. Hal ini sagat bermanfaat sebab selain mengurangi jumlah sampah juga mengurangi biaya peternakan.
Selain beberapa hal di atas masyarakat juga harus mencoba untuk bergaya hidup ramah lingkungan, antara lain dengan berusaha menerapkan :
a.Recycle, mengolah kembali yaitu kegiatan yang memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut.
b.Reduce, mengurangi adalah semua bentuk kegiatan atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah,tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan, jadi konsumsi berdasarkan kebutuhan saja bukannya keinginan.
c.Replace,menggantikan dengan bahan yang bisa dipakai ulang, upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat produksi sampah. Mengganti kebiasaan menerima banyak kantong plastik belanjaan, dengan membawa tas belanja sendiri dari rumah, berarti mngurangi potensi menumpukknya sampah kantong plastik di rumah anda sendiri.
d.Refill, mengisi ulang wadah-wadah produk yang dipakai. Beberapa produk menjual juga edisi isi ulang/refill, dengan demikian akan mengurangi potensi menumpuknya sampah wadah produk di rumah.
e.Replant, menanam kembali. Dengan berkreatifitas melakukan pengomposan dan berkebun dipekarangan rumah, dengan menanam juga beberapa pohon perindang.
Sabtu, 13 Februari 2010
CerPen
Hidup adalah perjuangan
Karya : Darwis Kadir,S.Pd
( kupersembahkan buat ummix ifal yang lagi berultah)
Malam kelam ditambah hujan terus tiada henti mengguyur rumah kami, seakan-akan memberikan firasat buruk padaku,walaupun sudah agak larut malam kondisi istri saya masih terus merintih-rintih menahan rasa sakit. Rasa sakit yang sudah lama kami tunggu-tunggu,dari raut wajahnya sedikit terpancar sinar kegembiraan. Anak yang sekian lama kami tunggu-tunggu dari perkawinan kami yang sudah lebih dari 2 tahun. Suatu penantian yang cukup lama bagi kami yang dari awal sudah menginginkan momongan. Abortus dua kali yang menimpa istriku membuat kami harus bertahan dengan kesabaran dengan keyakinan bahwa Allah menganggap kami belum bisa menerima amanahNya dan sekaligus sebagai pencuci dosa-dosa kami.
Jam dinding tua berkelotak berdentang satu kali mengingatkan saya bahwa sekarang sudah jam satu,saya kemudian melirik ke arah istri saya,tampak dia tersenyum,senyum yang teramat manis walaupun kami dalam kondisi hidup tergolong susah dan memprihatinkan,dia tetap memberi semangat untuk tetap bisa berkarya.Saya masih ingat ketika kami bertemu dan saling mengikat janji setia untuk hidup bersama,orang tuanya Lastri istri saya ketika itu ragu terhadap saya dalam mengarungi hidup bersama dalam kondisi ekonomi yang tak ada kepastian. Kerja yang serabutan dan kuli bangunan bukan hal yang asing bagiku dan hasilnya belum bisa di andalkan untuk pengganjal perut sang istri dan bakal generasi kami.Dengan penuh harap saya mencoba meyakinkan bahwa hidup ini seperti roda yang berputar dan semuanya melalui proses sampai akhirnya hidup bisa lebih baik lagi dengan tetap berusaha.Rasa kecewa harus kupendam ketika orang tuanya Lastri tak bisa merelakan anaknya jadi pendamping hidupku. Keyakinannya akan diriku memberikan rasa aman dan hidup yang layak membuatnya harus mengambil keputusan yang di anggapnya tepat. Saat itu aku tak bisa berbuat banyak dan sadar yang dilakukan oleh orang tuanya Lastri mungkin ada benarnya.
Dengan perasan yang masqul,aku mulai menghindari pertemuan dengan Lastri,bagaimanapun juga aku tetap mengharapkannya ke pangkuangku namun aku harus melupakannya demi kebaikan dan nama baik keluarga Lastri.Suatu pesan yang sangat menyakitkan dari keluarga Lastri.Apa yang kulakukan tersebut membuat Lastri tak bisa berbuat seperti saya untuk melupakan diriku.Dia tetap mencari keberadaanku,namun aku selalu berhasil menghindar darinya.Suatu saat dia berhasil mendapatkan aku ketika berbelanja di sebuah toko,dengan penuh kemarahan Lastri memukul saya di iringi dengan tangisnya yang berderai,kenapa saya begitu tega melupakannya. Dengan penuh kehati-hatian saya jelaskan penyebab semua ini,tak lain dari orang tuanya.Lastri tak bisa menerima semuanya dan mengajak saya untuk kawin lari saja.Sebagai seorang yang sangat mencintainya aku bisa berharap itu bisa terjadi,di lain sisi aku teringat pesan dari orang tuanya Lastri.Dalam kebimbangan tersebut Lastri selalu datang menemui saya di pondokan yang saya sewa dengan para teman-teman kuli bangunan yang lain.Suatu hari ketika saya agak kurang enak badan dan teman-teman yang lain pada pergi kerja,Lastri datang dan tetap mendesak saya untuk menikah walaupun resikonya orang tuanya akan marah.Didesak terus seperti itu pendirian saya mulai goyah dan berjanji akan menikahinya walaupun tanpa restu dari orang tua.Tak disangka karena rasa cinta kami melakukan hubungan terlarang yang semestinya belum boleh kami lakukan hari itu.
Sejak dari kejadian tersebut,aku mulai merasa was-was dan takut hubungan kami akan diketahui oleh keluarga Lastri,selain itu pula hubungan yang kami lakukan hari itu membuatku membayangkan akan keadaan Lastri jangan sampai dia berbadan dua.Namun semuanya saya pendam dengan harapan tidak terjadi sesuatu yang tidak kami inginkan.Kenyataannya Lastri datang ke pondokan dengan raut muka yang panik,dengan menahan tangisnya dia telah mengandung anakku. Rasa penyesalan dan kaget bercampur jadi satu.Ditengah kebimbangan tersebut saya mulai berpikir akan membawa Lastri ke suatu tempat yang tidak akan diketahui oleh keluarganya,karena keyakinan saya mereka tak akan merestui hubnungan kami walaupun tahu anaknya telah mengandung anak saya. Sifat keras hati dan tidak mudah memaafkan adalah sifat bapaknya yang sudah menjadi rahasia umum bagi tetangga-tetangganya. Lastri.Tak mungkin menghadapi ini semuanya,tekad saya sudah mantap membawanya,tapi kemana.Terpikir untuk membawanya ke kampung saya tapi tidak ada jaminan keluarganya tidak akan menemukan saya dan akibatnya bisa fatal.
Dalam kecamuk pikiran tersebut aku menemukan ide bahwa kami harus merantau jauh ke suatu tempat dimana adat dan budaya kami tidak bisa menghalangi langkah kami,budaya kami sangat tidak mendukung apa yang kami lakukan dan sanksinya membuatku harus berpikir seribu kali untuk menghadapi semua ini,dan salah-salah nyawaku adalah taruhan demi menjaga nama baik keluarga mereka.Kalimantan,ya pulau Borneo suatu tempat yang saya anggap tempat untuk melarikan diri dari tradisi. Pengecut anggapan yang membuat khayalan saya sempat terhenti,pantaskah diri saya berbuat seperti ini.Pergulatan batin terjadi tapi aku tidak boleh terlalu berlama-lama dengan perasaan saya,sebelum keluarga Lastri tahu aku sudah tidak berada lagi di tanah Celebes. Lastri harus tahu,dan semuanya harus serba cepat.Keputusan sudah mantap,dasar cintalah penyebabnya walaupun kami masih ragu akan masa depan kami di rantauan.
Sirene Labobar telah berbunyi tanda peringatan kapal segera berangkat,hiruk pikuk para penumpang dan pengantar membuatku tersadar dari lamunan,tampak Lastri di sampingku duduk sibuk dengan perasaannya juga.Kapal mulai mengangkat sauh dan lambaian tangan para pengantar mengiringi kepergian kami.Angin sepoi-sepoi terasa menyejukkan hati kami yang masih galau akan kenekatan yang kami lakukan.Malam kami lewatkan di kelas ekonomi dengan mencoba merancang apa yang bisa kami perbuat di kampung orang. Rasa sedih,perih mengingat semua yang kutinggalkan,keluarga,teman-teman seperjuangan,pekerjaan,namun semuanya harus saya pasrahkan bahwa inilah sebagian dari jalan hidupku. Orang tuaku sendiri di kampung telah saya kabari mengenai apa yang akan kulakukan dan tak usah mencari keberadaan saya,nantilah wakktu yang akan mempertemukan kita dengan seijin yang kuasa. Apa yang kulakukan ini demi menjaga mereka dari sesuatu hal yang akan menyulitkan mereka ketika saya berada bersama mereka.
Malam pun berlalu dalam buaian ombak samudera serta desiran angin , dan dihiasi mimpi.Tanpa kusadari kapal telah merapat di pelabuhan,kami segera bergegas turun,Lastri dengan berkata lirih “ kemana kita pergi kak “.Aku bingung kemana harus pergi,tanah yang kupijak masih terasa asing dan mungkin tak akan akrab nanti denganku,seraya membatin.Tapi semua pikiran tersebut saya tepis,segala resikonya harus saya jalani,sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai. Pepatah yang menjadi setiap kebanggaan bagi masyarakat kami ketika mereka menghadapi masalah yang akhirnya membuahkan keberhasilan.
Dengan sedikit bekal yang kami bawa,kami akhirnya bisa mendapatkan suatu tempat kontrakan sementara yang bisa menampung kami.Tidak luas memang tapi cukuplah bagi kami yang mengadu nasib di rantaun,sekaligus menikahi Lastri dengan bantuan penghulu setempat dengan mahar sebuah cincin perak yang telah lama kubeli. Dari hari ke hari perut Lastri tampak mulai membesar dan aku juga sudah dapat pekerjaan sebagai kuli bangunan kebetulan banyak proyek yang membutuhkan tenaga kasar seperti aku dan itulah kemampuan yang aku miliki.Sedikit demi sedikit aku mulai menabung guna membayar uang kontrakan dan persiapan kelahiran anak kami.Istriku pun tidak mau berpangku tangan membantuku dengan menerima cucian dari para tetangga walaupun aku berkali-kali telah melarangnya.Siang itu perasaanku tidak enak seakan-akan ada kejadian yang akan terjadi tapi tidak bisa kutebak, namun aku tetap paksakan untuk bekerja. Dalam kegelisahan itu tiba-tiba saya dikagetkan oleh panggilan tetanggaku yang mengabarkan bahwa istriku terjatuh sewaktu mencuci dan mengalami pendarahan dan sekarang lagi di rumah sakit,tampa menunggu panjang aku menuju rumah sakit yang dimaksud. Aku harus kecewa,karena janin yang ada didalam rahim istriku tak dapat bertahan untuk menjelma jadi manusia. Hampa…kecewa…sesak kurasa ….!
Sejak kejadian itu aku melarangnya untuk menerima cucian lagi,biarlah aku bekerja lebih keras lagi. Tiga bulan berlalu istriku mulai menampakkan gejala-gejala hamil,pagi itu ketika saya hendak mandi tiba-tiba istriku perasaannya mual mau muntah,karena penasaran saya bawa ke puskesmas dan hasilnya istriku hamil. Dengan semangat 45 kuberangkat bekerja dengan titip pesan untuk menjaga kehamilannya. Keesokan harinya kami di beritakan bahwa para buruh akan dibawa ke suatu pulau kebetulan ada proyek baru disana. Sampai dirumah saya sampaikan hal ini pada istriku,berat rasanya meninggalkan dia dalam keadaan hamil,takutnya terjadi apa-apa saat saya tidak berada disampingnya. Diam,tidak ada penolakan dari istriku. Satu bulan berlalu dan proyek kami selesaikan. Kami diliburkan tiga hari dan kesempatan ini saya pakai bersama istri untuk melepas kerinduan dengan jala-jalan ke pusat perbelanjaan. Entah bagaimana sampai dirumah istriku mengeluh perutnya agak sakit. Cemas melandaku,takut terjadi hal yang kedua kalinya,akh… tidak, bayangan tersebut aku tepiskan. Namun kecemasanku terbukti istriku mulai mengeluarkan plek-plek darah. Bingung,bimbang, takut jadi campur aduk. “istrinya harus istirahat total pak,baring terus sampai tidak keluar darah lagi” kata bidan yang datang kerumah memeriksanya. Maka segala pekerjaan yang selama ini dilakukan istriku menjadi jatahku setiap hari,capek juga menjadi ibu rumah tangga dadakan, batinku. Takdir Tuhan berkata lain ketika kehamilan kedua istri tercinta tak dapat bertahan,Obat dan segala upayanya tak membuahkan hasil,sedih melandaku apalagi istriku yang menatap kosong kepadaku,pandangan kami bertemu, Ya Allah ….inikah gambaran yang engkau berikan bahwa kami selama ini melakukan kesalahan. Kupeluk istriku,air matanya berderai.,disela tangisnya kudengar lirih berkata “ Ujian apalagi ini Kak ?”. Aku menenangkannya walaupun hatiku hampa. Ya Allah ampuni dosa kami,cukupkan saja ujianMu sampai disini,doaku dalam shalat yang selama ini sering kutinggalkan.
Suara sepeda motor yang parkir di depan rumah mengusik lamunanku dari tadi,suara pintu yang diketok meyakinkanku bahwa yang datang adalah bidan yang dari habis isya telah saya kabari. Tak menunggu lama saya persilahkan bidan untuk terus masuk ke bilik dimana istri saya tengah berbaring menahan sakit. Diluar hujan mulai reda, dan bintang-bintang pun mulai menampakkan dirinya dari persembunyian gelapnya malam, apakah ini pertanda baik,apakah anak dan istriku akan selamat ? apakah istriku kuat, Ya Allah…Kuatkan hati kami,aku belum sanggup ditinggalkan istriku,istri yang setia,istri yang rela meninggalkan keluarganya demi diriku yang tak berpunya.Rasa takut kehilangan istriku membuatku keringatan padahal cuaca malam lagi dingin-dinginnya. Erangan istriku menahan sakit dalam perjuangannya dan suara bidan di dalam bilik semakin menambah galau hatiku. Kasihan bagaimana istri yang kucintai berjuang sendirian,dimana kakinya satu di ambang kehidupan dan yang satunya di jurang kematian. Bagaimanan kalau istriku meninggal dan anak kami selamat,bisakah aku mengasuh dan merawatnya? Aku akan jadi duda,ohhh…..tidak,dan rasanya tak ada perempuan yang bisa menggantikan istriku.
Aku tersentak dan tersadar ketika kudengar suara lengking dan tangis bayi dari dalam bilik,kusegera menghambur ke dalam mendapati istriku yang tersenyum dalam keletihan dan kegamangannya melewati perjuangan beratnya dan lengkaplah dirinya sebagai perempuan sempurna dalam persalinan normalnya. Bayi yang menggemaskan dalam tangisnya yang keras menandai kehidupan barunya di dunia..Aku pun adzan di telinganya.Kupeluk dan kuciumi istriku ungkapan gembira dan syukur pada Rabbi. Bayi kecil mungil laki-laki,kami beri nama La Sakka. Satu tahun berlalu,anak kami tumbuh dengan sehat,dan pikiran kami mulai rindu akan tanah kelahiran kami nun jauh di Celebes sana. Rasa takut akan pelanggaran tradisi membuatku ragu untuk kembali,namun kuberpikir kehadiran buah hati kami akan meredakan kemarahan keluarga istriku. Celebes tanah kelahiranku, tunggu kepulangan kami dengan kehidupan dan pengharapan baru. Hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. Sayup-sayup adzan subuh terdengar mengingatkanku akan kewajiban sebagai manusia.
Lawade,E, 15 Mei 2009
Karya : Darwis Kadir,S.Pd
( kupersembahkan buat ummix ifal yang lagi berultah)
Malam kelam ditambah hujan terus tiada henti mengguyur rumah kami, seakan-akan memberikan firasat buruk padaku,walaupun sudah agak larut malam kondisi istri saya masih terus merintih-rintih menahan rasa sakit. Rasa sakit yang sudah lama kami tunggu-tunggu,dari raut wajahnya sedikit terpancar sinar kegembiraan. Anak yang sekian lama kami tunggu-tunggu dari perkawinan kami yang sudah lebih dari 2 tahun. Suatu penantian yang cukup lama bagi kami yang dari awal sudah menginginkan momongan. Abortus dua kali yang menimpa istriku membuat kami harus bertahan dengan kesabaran dengan keyakinan bahwa Allah menganggap kami belum bisa menerima amanahNya dan sekaligus sebagai pencuci dosa-dosa kami.
Jam dinding tua berkelotak berdentang satu kali mengingatkan saya bahwa sekarang sudah jam satu,saya kemudian melirik ke arah istri saya,tampak dia tersenyum,senyum yang teramat manis walaupun kami dalam kondisi hidup tergolong susah dan memprihatinkan,dia tetap memberi semangat untuk tetap bisa berkarya.Saya masih ingat ketika kami bertemu dan saling mengikat janji setia untuk hidup bersama,orang tuanya Lastri istri saya ketika itu ragu terhadap saya dalam mengarungi hidup bersama dalam kondisi ekonomi yang tak ada kepastian. Kerja yang serabutan dan kuli bangunan bukan hal yang asing bagiku dan hasilnya belum bisa di andalkan untuk pengganjal perut sang istri dan bakal generasi kami.Dengan penuh harap saya mencoba meyakinkan bahwa hidup ini seperti roda yang berputar dan semuanya melalui proses sampai akhirnya hidup bisa lebih baik lagi dengan tetap berusaha.Rasa kecewa harus kupendam ketika orang tuanya Lastri tak bisa merelakan anaknya jadi pendamping hidupku. Keyakinannya akan diriku memberikan rasa aman dan hidup yang layak membuatnya harus mengambil keputusan yang di anggapnya tepat. Saat itu aku tak bisa berbuat banyak dan sadar yang dilakukan oleh orang tuanya Lastri mungkin ada benarnya.
Dengan perasan yang masqul,aku mulai menghindari pertemuan dengan Lastri,bagaimanapun juga aku tetap mengharapkannya ke pangkuangku namun aku harus melupakannya demi kebaikan dan nama baik keluarga Lastri.Suatu pesan yang sangat menyakitkan dari keluarga Lastri.Apa yang kulakukan tersebut membuat Lastri tak bisa berbuat seperti saya untuk melupakan diriku.Dia tetap mencari keberadaanku,namun aku selalu berhasil menghindar darinya.Suatu saat dia berhasil mendapatkan aku ketika berbelanja di sebuah toko,dengan penuh kemarahan Lastri memukul saya di iringi dengan tangisnya yang berderai,kenapa saya begitu tega melupakannya. Dengan penuh kehati-hatian saya jelaskan penyebab semua ini,tak lain dari orang tuanya.Lastri tak bisa menerima semuanya dan mengajak saya untuk kawin lari saja.Sebagai seorang yang sangat mencintainya aku bisa berharap itu bisa terjadi,di lain sisi aku teringat pesan dari orang tuanya Lastri.Dalam kebimbangan tersebut Lastri selalu datang menemui saya di pondokan yang saya sewa dengan para teman-teman kuli bangunan yang lain.Suatu hari ketika saya agak kurang enak badan dan teman-teman yang lain pada pergi kerja,Lastri datang dan tetap mendesak saya untuk menikah walaupun resikonya orang tuanya akan marah.Didesak terus seperti itu pendirian saya mulai goyah dan berjanji akan menikahinya walaupun tanpa restu dari orang tua.Tak disangka karena rasa cinta kami melakukan hubungan terlarang yang semestinya belum boleh kami lakukan hari itu.
Sejak dari kejadian tersebut,aku mulai merasa was-was dan takut hubungan kami akan diketahui oleh keluarga Lastri,selain itu pula hubungan yang kami lakukan hari itu membuatku membayangkan akan keadaan Lastri jangan sampai dia berbadan dua.Namun semuanya saya pendam dengan harapan tidak terjadi sesuatu yang tidak kami inginkan.Kenyataannya Lastri datang ke pondokan dengan raut muka yang panik,dengan menahan tangisnya dia telah mengandung anakku. Rasa penyesalan dan kaget bercampur jadi satu.Ditengah kebimbangan tersebut saya mulai berpikir akan membawa Lastri ke suatu tempat yang tidak akan diketahui oleh keluarganya,karena keyakinan saya mereka tak akan merestui hubnungan kami walaupun tahu anaknya telah mengandung anak saya. Sifat keras hati dan tidak mudah memaafkan adalah sifat bapaknya yang sudah menjadi rahasia umum bagi tetangga-tetangganya. Lastri.Tak mungkin menghadapi ini semuanya,tekad saya sudah mantap membawanya,tapi kemana.Terpikir untuk membawanya ke kampung saya tapi tidak ada jaminan keluarganya tidak akan menemukan saya dan akibatnya bisa fatal.
Dalam kecamuk pikiran tersebut aku menemukan ide bahwa kami harus merantau jauh ke suatu tempat dimana adat dan budaya kami tidak bisa menghalangi langkah kami,budaya kami sangat tidak mendukung apa yang kami lakukan dan sanksinya membuatku harus berpikir seribu kali untuk menghadapi semua ini,dan salah-salah nyawaku adalah taruhan demi menjaga nama baik keluarga mereka.Kalimantan,ya pulau Borneo suatu tempat yang saya anggap tempat untuk melarikan diri dari tradisi. Pengecut anggapan yang membuat khayalan saya sempat terhenti,pantaskah diri saya berbuat seperti ini.Pergulatan batin terjadi tapi aku tidak boleh terlalu berlama-lama dengan perasaan saya,sebelum keluarga Lastri tahu aku sudah tidak berada lagi di tanah Celebes. Lastri harus tahu,dan semuanya harus serba cepat.Keputusan sudah mantap,dasar cintalah penyebabnya walaupun kami masih ragu akan masa depan kami di rantauan.
Sirene Labobar telah berbunyi tanda peringatan kapal segera berangkat,hiruk pikuk para penumpang dan pengantar membuatku tersadar dari lamunan,tampak Lastri di sampingku duduk sibuk dengan perasaannya juga.Kapal mulai mengangkat sauh dan lambaian tangan para pengantar mengiringi kepergian kami.Angin sepoi-sepoi terasa menyejukkan hati kami yang masih galau akan kenekatan yang kami lakukan.Malam kami lewatkan di kelas ekonomi dengan mencoba merancang apa yang bisa kami perbuat di kampung orang. Rasa sedih,perih mengingat semua yang kutinggalkan,keluarga,teman-teman seperjuangan,pekerjaan,namun semuanya harus saya pasrahkan bahwa inilah sebagian dari jalan hidupku. Orang tuaku sendiri di kampung telah saya kabari mengenai apa yang akan kulakukan dan tak usah mencari keberadaan saya,nantilah wakktu yang akan mempertemukan kita dengan seijin yang kuasa. Apa yang kulakukan ini demi menjaga mereka dari sesuatu hal yang akan menyulitkan mereka ketika saya berada bersama mereka.
Malam pun berlalu dalam buaian ombak samudera serta desiran angin , dan dihiasi mimpi.Tanpa kusadari kapal telah merapat di pelabuhan,kami segera bergegas turun,Lastri dengan berkata lirih “ kemana kita pergi kak “.Aku bingung kemana harus pergi,tanah yang kupijak masih terasa asing dan mungkin tak akan akrab nanti denganku,seraya membatin.Tapi semua pikiran tersebut saya tepis,segala resikonya harus saya jalani,sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai. Pepatah yang menjadi setiap kebanggaan bagi masyarakat kami ketika mereka menghadapi masalah yang akhirnya membuahkan keberhasilan.
Dengan sedikit bekal yang kami bawa,kami akhirnya bisa mendapatkan suatu tempat kontrakan sementara yang bisa menampung kami.Tidak luas memang tapi cukuplah bagi kami yang mengadu nasib di rantaun,sekaligus menikahi Lastri dengan bantuan penghulu setempat dengan mahar sebuah cincin perak yang telah lama kubeli. Dari hari ke hari perut Lastri tampak mulai membesar dan aku juga sudah dapat pekerjaan sebagai kuli bangunan kebetulan banyak proyek yang membutuhkan tenaga kasar seperti aku dan itulah kemampuan yang aku miliki.Sedikit demi sedikit aku mulai menabung guna membayar uang kontrakan dan persiapan kelahiran anak kami.Istriku pun tidak mau berpangku tangan membantuku dengan menerima cucian dari para tetangga walaupun aku berkali-kali telah melarangnya.Siang itu perasaanku tidak enak seakan-akan ada kejadian yang akan terjadi tapi tidak bisa kutebak, namun aku tetap paksakan untuk bekerja. Dalam kegelisahan itu tiba-tiba saya dikagetkan oleh panggilan tetanggaku yang mengabarkan bahwa istriku terjatuh sewaktu mencuci dan mengalami pendarahan dan sekarang lagi di rumah sakit,tampa menunggu panjang aku menuju rumah sakit yang dimaksud. Aku harus kecewa,karena janin yang ada didalam rahim istriku tak dapat bertahan untuk menjelma jadi manusia. Hampa…kecewa…sesak kurasa ….!
Sejak kejadian itu aku melarangnya untuk menerima cucian lagi,biarlah aku bekerja lebih keras lagi. Tiga bulan berlalu istriku mulai menampakkan gejala-gejala hamil,pagi itu ketika saya hendak mandi tiba-tiba istriku perasaannya mual mau muntah,karena penasaran saya bawa ke puskesmas dan hasilnya istriku hamil. Dengan semangat 45 kuberangkat bekerja dengan titip pesan untuk menjaga kehamilannya. Keesokan harinya kami di beritakan bahwa para buruh akan dibawa ke suatu pulau kebetulan ada proyek baru disana. Sampai dirumah saya sampaikan hal ini pada istriku,berat rasanya meninggalkan dia dalam keadaan hamil,takutnya terjadi apa-apa saat saya tidak berada disampingnya. Diam,tidak ada penolakan dari istriku. Satu bulan berlalu dan proyek kami selesaikan. Kami diliburkan tiga hari dan kesempatan ini saya pakai bersama istri untuk melepas kerinduan dengan jala-jalan ke pusat perbelanjaan. Entah bagaimana sampai dirumah istriku mengeluh perutnya agak sakit. Cemas melandaku,takut terjadi hal yang kedua kalinya,akh… tidak, bayangan tersebut aku tepiskan. Namun kecemasanku terbukti istriku mulai mengeluarkan plek-plek darah. Bingung,bimbang, takut jadi campur aduk. “istrinya harus istirahat total pak,baring terus sampai tidak keluar darah lagi” kata bidan yang datang kerumah memeriksanya. Maka segala pekerjaan yang selama ini dilakukan istriku menjadi jatahku setiap hari,capek juga menjadi ibu rumah tangga dadakan, batinku. Takdir Tuhan berkata lain ketika kehamilan kedua istri tercinta tak dapat bertahan,Obat dan segala upayanya tak membuahkan hasil,sedih melandaku apalagi istriku yang menatap kosong kepadaku,pandangan kami bertemu, Ya Allah ….inikah gambaran yang engkau berikan bahwa kami selama ini melakukan kesalahan. Kupeluk istriku,air matanya berderai.,disela tangisnya kudengar lirih berkata “ Ujian apalagi ini Kak ?”. Aku menenangkannya walaupun hatiku hampa. Ya Allah ampuni dosa kami,cukupkan saja ujianMu sampai disini,doaku dalam shalat yang selama ini sering kutinggalkan.
Suara sepeda motor yang parkir di depan rumah mengusik lamunanku dari tadi,suara pintu yang diketok meyakinkanku bahwa yang datang adalah bidan yang dari habis isya telah saya kabari. Tak menunggu lama saya persilahkan bidan untuk terus masuk ke bilik dimana istri saya tengah berbaring menahan sakit. Diluar hujan mulai reda, dan bintang-bintang pun mulai menampakkan dirinya dari persembunyian gelapnya malam, apakah ini pertanda baik,apakah anak dan istriku akan selamat ? apakah istriku kuat, Ya Allah…Kuatkan hati kami,aku belum sanggup ditinggalkan istriku,istri yang setia,istri yang rela meninggalkan keluarganya demi diriku yang tak berpunya.Rasa takut kehilangan istriku membuatku keringatan padahal cuaca malam lagi dingin-dinginnya. Erangan istriku menahan sakit dalam perjuangannya dan suara bidan di dalam bilik semakin menambah galau hatiku. Kasihan bagaimana istri yang kucintai berjuang sendirian,dimana kakinya satu di ambang kehidupan dan yang satunya di jurang kematian. Bagaimanan kalau istriku meninggal dan anak kami selamat,bisakah aku mengasuh dan merawatnya? Aku akan jadi duda,ohhh…..tidak,dan rasanya tak ada perempuan yang bisa menggantikan istriku.
Aku tersentak dan tersadar ketika kudengar suara lengking dan tangis bayi dari dalam bilik,kusegera menghambur ke dalam mendapati istriku yang tersenyum dalam keletihan dan kegamangannya melewati perjuangan beratnya dan lengkaplah dirinya sebagai perempuan sempurna dalam persalinan normalnya. Bayi yang menggemaskan dalam tangisnya yang keras menandai kehidupan barunya di dunia..Aku pun adzan di telinganya.Kupeluk dan kuciumi istriku ungkapan gembira dan syukur pada Rabbi. Bayi kecil mungil laki-laki,kami beri nama La Sakka. Satu tahun berlalu,anak kami tumbuh dengan sehat,dan pikiran kami mulai rindu akan tanah kelahiran kami nun jauh di Celebes sana. Rasa takut akan pelanggaran tradisi membuatku ragu untuk kembali,namun kuberpikir kehadiran buah hati kami akan meredakan kemarahan keluarga istriku. Celebes tanah kelahiranku, tunggu kepulangan kami dengan kehidupan dan pengharapan baru. Hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. Sayup-sayup adzan subuh terdengar mengingatkanku akan kewajiban sebagai manusia.
Lawade,E, 15 Mei 2009
Kurengkuh Cinta di kala senja
Panas terik mentari terasa membakar kulit ketika serombongan anak sekolah berpakaian SMA menunggu mobil yang akan membawa mereka pulang ke rumah masing-masing.Ika yang sedang bersama Aan yang baru saja keluar dari gerbang sekolah dikagetkan oleh suara tabrakan sepeda motor dengan sebuah mini bus yang sedang melaju dengan kencangnya.
Tak dapat menahan rasa penasarannya Ika dan Aan segera berlari menuju kejadian tersebut,alangkah kagetnya Ika ketika melihat pengendara sepeda motor tersebut adalah Dedi teman kecilnya semasa di kampung dulu,tanpa menunggu waktu Ika segera menyelinap untuk memberikan pertolongan kepada Dedi walaupun dulu dia pernah dikecewakan namun alasannya dulu karena hubungan mereka tak direstui oleh orang tua Dedi. “ Bantu saya bawa ke rumah sakit sekarang ! tanpa menunggu perintah lagi Aan segera menyetop taksi dan taksi tersebut melaju kencang membawa mereka bertiga menuju rumah sakit .
Sudah seminggu Dedi berada di ruang ICU dan kondisinya sekarang sudah agak membaik tapi diagnosa dokter menyatakan bahwa Dedi geger otak dan sekarang keadaannya dia tidak biasa mengenali siapapun lagi.Sore itu Ika bermaksud ke rumah sakit untuk menjenguk Dedi tapi akhirnya tidak jadi karena Iwan datang menjemputnya untuk di bawa ke rumah orang tuanya di Maros untuk segera diperkenalkan pada orang tuanya Iwan karena hubungan mereka sudah berjalan selama satu tahun.Iwan punya rencana untuk menikahi Ika ketika nanti Ika sudah lulus dari bangku SMA.Ika hanya menurut dan dari pertemuan dengan orang tua Iwan kenapa pikirannya selalu teringat akan keadaan Dedi karna secara jujur di hatinya masih ada tempat buat Dedi dan masih mencintainya karena pertemuan terakhirnya dulu dia masih ingat perkataan Dedi “ Ika walaupun orang tua kita tak merestui hubungan kita aku tetap mencintaimu”.Sejak itu mereka tak pernah ketemu lagi karena Dedi akhirnya pindah sekolah karena desakan orang tuanya ke Kalimantan ikut dengan keluarga tantenya.Dedi dan Ika tidak habis pikir alasan apa yang mendasari kenapa hubungan cinta mereka tak direstui.
Perubahan sikap drastis IKa membuat Aan sahabat dekatnya bertanya-tanya,karena sudah tak dapat menahan perasaan kesalnya dia akhirnya mengeluarkan uneg-unegnya saat mereka sedang makan bakso di warung sekolah “Ka saya perhatikan beberapa hari ini kayaknya kamu ada masalah yah,please dong kalo aku bisa bantu “ mendengar pertanyaan dari sobatnya itu Ika hanya terdiam sebenarnya dia tidak mau orang lain tahu masalah pribadinya tapi dia juga sangat butuh masukan akhirnya dia menceritakan semuanya siapa sebenarnya laki-laki yang tabrakan dulu di depan Sekolah tersebut beserta dengan hubungan mereka yang sampai sekarang belum ada kata putus sampai detik ini dari mulut Dedi..Mendengar semua masalahnya teman akrabnya tersebut Aan hanya mendesah panjang dan hanya memberikan saran kalau siapa sih sebenarnya yang paling dia cintai serta memberikan pertimbangan kalau sekarang kondisinya juga Dedi yang tak akan biasa mengenalinya lagi serta bagaimana perasaan dan tanggapan Iwan serta orang tuanya kalau sampai Ika harus berpaling ke laki-laki lain apalagi mereka sudah bertemu serta sikap serius dari Iwan yang sudah pada langkah memperkenalkan dan tinggal satu langkah lagi hubungan mereka akan resmi.Mendengar saran tersebut Ika belum bisa memutuskan .Sore harinya dengan naik angkot dia sampai di rumah sakit tempat Dedi di rawat dan saat dia masuk Dedi hanya ditemani oleh kakaknya.
Seminggu kemudian pikiran Ika masih bimbang, yang akhirnya berdampak pada pola makannya yang tidak teratur yang membuat badannya kurus.Perubahan drastis tersebut membuat Iwan curiga dan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan kekasihnya tersebut ? Tak mampu menahan rasa penasaran akhirnya Iwan memberanikan diri bertanya apa yang sedang terjadi pada Ika.Mendapat pertanyaan seperti itu dari kekasihnya Ika hanya memberikan jawaban alasan lagi sakit.Tapi kecurigaanya semakin bertambah karna tidak seperti biasanya Ika kalau mendapat suatu masalah akan curhat padanya.Di desak terus menerus Ika akhirnya tidak kuat lagi menyimpan rahasianya selama ini dengan Dedi.Mendapatkan penjelasan demikian Iwan hanya bisa pasrah dan memberikan hak sepenuhnya pada Ika,siapa di antara mereka yang akan dia pilih untuk menjadi teman hidupnya dalam ikatan yang resmi.Apapun keputusannya Ika kelak,Iwan tak akan pernah berubah tetap akan mencintainya walaupun nantinya Ika sudah hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat,dan tetap akan membantunya kapan saja dibutuhkan.
Mendengar penjelasan dari Iwan yang begitu pengertian membuat hati Ika lega dan plong.Serasa begitu menyejukkan bagaikan dahaga yang teramat sangat terobati dengan setetes air dingin.Hari-harinya Ika lalui dengan riang segala beban perasaannya selama ini hilang,dan dia begitu rajin menjenguk Dedi yang kondisinya sudah mulai ada perubahan,walaupun bagaimana rasa cintanya pada Dedi tak mungkin akan berubah,dia adalah cinta pertamanya.Terlalu banyak kenangan yang tak bisa di lupakannya,serta tiada hari-harinya dia lewati tanpa canda dan tawa bahagia.Besoknya dengan di antar oleh Iwan,Ika kembali menjenguk Dedi untuk yang kesekian kalinya,dan mendapati Dedi sudah bisa di ajak bicara namun apa yang mereka bicarakan tak berpengaruh bagi Dedi,memori ingatannya sudah tak bisa kembali dan mengenali lagi siapa lawan bicaranya sekarang.Dengan kondisi Dedi yang sekarang Ika tetap berharap ada keajaiban yang diberikan oleh Allah SWT mematahkan diagnosa dokter yang menyatakan tipis harapan untuk pulih seperti sediakala.
Tiga bulan sejak kejadian tersebut,keluarga Dedi terutama orang tuanya masih tetap menunjukkan rasa tidak senang dan suka terhadap Ika.Mereka berharap supaya Ika tak usah lagi datang menjenguk Dedi,kecelakaan yang terjadi tersebut menurut mereka adalah karenanya.Kepulangan Dedi dari Kalimantan tak lain hanya untuk mencari dan bertemu dengan Ika.Tuduhan yang menyudutkan dan menyakitkan bagi Ika itu hanya bisa diterimanya dengan mengelus dada,Ya Allah kenapa mereka tidak menyukaiku,apa yang salah denganku,bisik Ika dalam hatinya serta rasa pasrahnya dia serahkan hanya pada Allah semata.Ika bertekad bahwa kalau memang dirinya berjodoh dengan Dedi tak mungkin akan lari kemana.
Seiring dengan pergantian waktu,muncul masalah baru yang dialaminya ketika dia memperhatikan perawat yang selalu merawat Dedi,seakan-akan menyimpan rasa tidak senang kalau Ika menjenguk Dedi dan Dedi pun merasa senang dan bahagia ketika dia selalu bercerita dan berbincang dengan perawat ini.Rona senang dan bahagia selalu terpancar dari mukanya.Ika mulai curiga ada apa dengan Dedi dan perawat tersebut.Namun rasa curiga dia simpan dalam hati dan membantahnya kalau itu Cuma perasaannya saja.Hubungan komunikasinya dengan Iwan tetap terjalin lancar dan Ika juga merasa heran dengan perhatian serta bantuan yang selalu di berikan oleh Iwan,karena Laki-laki tersebut bersedia menunggu kapan saja dan apapun pilihan terakhirnya dia akan menerima dengan senang hati.Ika merasa terhibur.
Kecurigaan Ika beberapa hari yang lalu akhirnya terjawab,ketika tanpa sengaja,dia mendengar pembicaraan antara Dedi dengan perawat tersebut membicarakan hari pernikahan mereka.Langkahnya terhenti di depan kamar,lebih menyimak pembicaraan mereka.Alangkah hancurnya hati serta perasaan Ika ketika Dedi telah memutuskan akan menikahi perawat tersebut.Walaupun sebenarnya dia sadar bahwa apa yang dilakukan Dedi itu adalah karena dia sudah tidak ingat lagi akan masa lalunya.Tapi hati kecilnya serta perasaan seorang perempuan berkata lain dan tidak bisa menerima kenyataan pahit tersebut. Ika tetap berharap Dedi bisa mengenalinya lagi.Sejak dari rumah sakit tersebut Ika lebih banyak mengurung diri di kamar berhari-hari sampai orang tuanya bingun dan bertanya-tanya.Sampai suatu hari Iwan datang menemuinya membawa informasi,mengenai alasan kenapa hubungannya dulu dengan Dedi tak direstui karena Dedi akan di jodohkan dengan keluarga dekatnya sendiri,dan Perawat itulah orangnya.Rencana pernikahan mereka telah di tetapkan ketika nantinya Iwan sudah keluar dari rumah sakit.Apa yang telah di sampaikan Iwan membuatnya harus berpikir kembali mengenai keputusannya selama ini.Ya… Allah kalau ini merupakan kehendakmu dan jalan untuk bersatu dengan Dedi tak mungkin berikanlah petunjukMu.
Demi melupakan kesedihannya Ika lebih banyak tinggal di rumah dan mengisinya dengan kursus menjahit dengan ibunya tercinta.Perubahan ini membuat keluarganya senang.Iwan pun semakin rajin menemuinya dan menanyakan apa-apa saja termasuk kesehatannya.Iwan begitu perhatian dan tanggapan orang tuanya terhadap Iwan pun positif. Keluarganya menilai bahwa dia adalah sosok yang bisa bertanggung jawab dan begitu pengertian.Ika merasa senang .Sore harinya Iwan datang mengajaknya pergi jalan-jalan dengan alasan untuk menyegarkan pikirannya yang selama ini sumpek dan sedih.Tak usah berlarut-larut dalam kesedihan karena semua pasti ada hikmanya,pesan Iwan ketika mereka sedang menunggu sunset di pinggiran pantai Lamaninring.Tanpa disadarinya tangan Iwan memegang tangannya sembari berbisik di telinganya “aku tetap mencintaimu dan siap menerimamu kapan saja” Ika tak kuasa menahan tangisnya dan tak bisa berkata apa-apa selain anggukan kepalanya sebagai bukti bahwa dia masih mencintainya,selama ini Ika sudah memberikan penilaian terhadap laki-laki ini,begitu perhatian serta sayang.Seiring dengan senja yang mulai berlalu Ika telah menetapkan pilihannya.Suatu senja di Lamaninring yang tak akan terlupakan dalam sejarah hidupnya,dan hanya kata singkat samar terdengar dari mulut Iwan “terima kasih” mengiringi sang mentari kembali keperaduannya.
Maninring, 03 Mei 2009
Darwis Kadir
SMP Negeri 2 Pujananting
Tak dapat menahan rasa penasarannya Ika dan Aan segera berlari menuju kejadian tersebut,alangkah kagetnya Ika ketika melihat pengendara sepeda motor tersebut adalah Dedi teman kecilnya semasa di kampung dulu,tanpa menunggu waktu Ika segera menyelinap untuk memberikan pertolongan kepada Dedi walaupun dulu dia pernah dikecewakan namun alasannya dulu karena hubungan mereka tak direstui oleh orang tua Dedi. “ Bantu saya bawa ke rumah sakit sekarang ! tanpa menunggu perintah lagi Aan segera menyetop taksi dan taksi tersebut melaju kencang membawa mereka bertiga menuju rumah sakit .
Sudah seminggu Dedi berada di ruang ICU dan kondisinya sekarang sudah agak membaik tapi diagnosa dokter menyatakan bahwa Dedi geger otak dan sekarang keadaannya dia tidak biasa mengenali siapapun lagi.Sore itu Ika bermaksud ke rumah sakit untuk menjenguk Dedi tapi akhirnya tidak jadi karena Iwan datang menjemputnya untuk di bawa ke rumah orang tuanya di Maros untuk segera diperkenalkan pada orang tuanya Iwan karena hubungan mereka sudah berjalan selama satu tahun.Iwan punya rencana untuk menikahi Ika ketika nanti Ika sudah lulus dari bangku SMA.Ika hanya menurut dan dari pertemuan dengan orang tua Iwan kenapa pikirannya selalu teringat akan keadaan Dedi karna secara jujur di hatinya masih ada tempat buat Dedi dan masih mencintainya karena pertemuan terakhirnya dulu dia masih ingat perkataan Dedi “ Ika walaupun orang tua kita tak merestui hubungan kita aku tetap mencintaimu”.Sejak itu mereka tak pernah ketemu lagi karena Dedi akhirnya pindah sekolah karena desakan orang tuanya ke Kalimantan ikut dengan keluarga tantenya.Dedi dan Ika tidak habis pikir alasan apa yang mendasari kenapa hubungan cinta mereka tak direstui.
Perubahan sikap drastis IKa membuat Aan sahabat dekatnya bertanya-tanya,karena sudah tak dapat menahan perasaan kesalnya dia akhirnya mengeluarkan uneg-unegnya saat mereka sedang makan bakso di warung sekolah “Ka saya perhatikan beberapa hari ini kayaknya kamu ada masalah yah,please dong kalo aku bisa bantu “ mendengar pertanyaan dari sobatnya itu Ika hanya terdiam sebenarnya dia tidak mau orang lain tahu masalah pribadinya tapi dia juga sangat butuh masukan akhirnya dia menceritakan semuanya siapa sebenarnya laki-laki yang tabrakan dulu di depan Sekolah tersebut beserta dengan hubungan mereka yang sampai sekarang belum ada kata putus sampai detik ini dari mulut Dedi..Mendengar semua masalahnya teman akrabnya tersebut Aan hanya mendesah panjang dan hanya memberikan saran kalau siapa sih sebenarnya yang paling dia cintai serta memberikan pertimbangan kalau sekarang kondisinya juga Dedi yang tak akan biasa mengenalinya lagi serta bagaimana perasaan dan tanggapan Iwan serta orang tuanya kalau sampai Ika harus berpaling ke laki-laki lain apalagi mereka sudah bertemu serta sikap serius dari Iwan yang sudah pada langkah memperkenalkan dan tinggal satu langkah lagi hubungan mereka akan resmi.Mendengar saran tersebut Ika belum bisa memutuskan .Sore harinya dengan naik angkot dia sampai di rumah sakit tempat Dedi di rawat dan saat dia masuk Dedi hanya ditemani oleh kakaknya.
Seminggu kemudian pikiran Ika masih bimbang, yang akhirnya berdampak pada pola makannya yang tidak teratur yang membuat badannya kurus.Perubahan drastis tersebut membuat Iwan curiga dan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan kekasihnya tersebut ? Tak mampu menahan rasa penasaran akhirnya Iwan memberanikan diri bertanya apa yang sedang terjadi pada Ika.Mendapat pertanyaan seperti itu dari kekasihnya Ika hanya memberikan jawaban alasan lagi sakit.Tapi kecurigaanya semakin bertambah karna tidak seperti biasanya Ika kalau mendapat suatu masalah akan curhat padanya.Di desak terus menerus Ika akhirnya tidak kuat lagi menyimpan rahasianya selama ini dengan Dedi.Mendapatkan penjelasan demikian Iwan hanya bisa pasrah dan memberikan hak sepenuhnya pada Ika,siapa di antara mereka yang akan dia pilih untuk menjadi teman hidupnya dalam ikatan yang resmi.Apapun keputusannya Ika kelak,Iwan tak akan pernah berubah tetap akan mencintainya walaupun nantinya Ika sudah hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat,dan tetap akan membantunya kapan saja dibutuhkan.
Mendengar penjelasan dari Iwan yang begitu pengertian membuat hati Ika lega dan plong.Serasa begitu menyejukkan bagaikan dahaga yang teramat sangat terobati dengan setetes air dingin.Hari-harinya Ika lalui dengan riang segala beban perasaannya selama ini hilang,dan dia begitu rajin menjenguk Dedi yang kondisinya sudah mulai ada perubahan,walaupun bagaimana rasa cintanya pada Dedi tak mungkin akan berubah,dia adalah cinta pertamanya.Terlalu banyak kenangan yang tak bisa di lupakannya,serta tiada hari-harinya dia lewati tanpa canda dan tawa bahagia.Besoknya dengan di antar oleh Iwan,Ika kembali menjenguk Dedi untuk yang kesekian kalinya,dan mendapati Dedi sudah bisa di ajak bicara namun apa yang mereka bicarakan tak berpengaruh bagi Dedi,memori ingatannya sudah tak bisa kembali dan mengenali lagi siapa lawan bicaranya sekarang.Dengan kondisi Dedi yang sekarang Ika tetap berharap ada keajaiban yang diberikan oleh Allah SWT mematahkan diagnosa dokter yang menyatakan tipis harapan untuk pulih seperti sediakala.
Tiga bulan sejak kejadian tersebut,keluarga Dedi terutama orang tuanya masih tetap menunjukkan rasa tidak senang dan suka terhadap Ika.Mereka berharap supaya Ika tak usah lagi datang menjenguk Dedi,kecelakaan yang terjadi tersebut menurut mereka adalah karenanya.Kepulangan Dedi dari Kalimantan tak lain hanya untuk mencari dan bertemu dengan Ika.Tuduhan yang menyudutkan dan menyakitkan bagi Ika itu hanya bisa diterimanya dengan mengelus dada,Ya Allah kenapa mereka tidak menyukaiku,apa yang salah denganku,bisik Ika dalam hatinya serta rasa pasrahnya dia serahkan hanya pada Allah semata.Ika bertekad bahwa kalau memang dirinya berjodoh dengan Dedi tak mungkin akan lari kemana.
Seiring dengan pergantian waktu,muncul masalah baru yang dialaminya ketika dia memperhatikan perawat yang selalu merawat Dedi,seakan-akan menyimpan rasa tidak senang kalau Ika menjenguk Dedi dan Dedi pun merasa senang dan bahagia ketika dia selalu bercerita dan berbincang dengan perawat ini.Rona senang dan bahagia selalu terpancar dari mukanya.Ika mulai curiga ada apa dengan Dedi dan perawat tersebut.Namun rasa curiga dia simpan dalam hati dan membantahnya kalau itu Cuma perasaannya saja.Hubungan komunikasinya dengan Iwan tetap terjalin lancar dan Ika juga merasa heran dengan perhatian serta bantuan yang selalu di berikan oleh Iwan,karena Laki-laki tersebut bersedia menunggu kapan saja dan apapun pilihan terakhirnya dia akan menerima dengan senang hati.Ika merasa terhibur.
Kecurigaan Ika beberapa hari yang lalu akhirnya terjawab,ketika tanpa sengaja,dia mendengar pembicaraan antara Dedi dengan perawat tersebut membicarakan hari pernikahan mereka.Langkahnya terhenti di depan kamar,lebih menyimak pembicaraan mereka.Alangkah hancurnya hati serta perasaan Ika ketika Dedi telah memutuskan akan menikahi perawat tersebut.Walaupun sebenarnya dia sadar bahwa apa yang dilakukan Dedi itu adalah karena dia sudah tidak ingat lagi akan masa lalunya.Tapi hati kecilnya serta perasaan seorang perempuan berkata lain dan tidak bisa menerima kenyataan pahit tersebut. Ika tetap berharap Dedi bisa mengenalinya lagi.Sejak dari rumah sakit tersebut Ika lebih banyak mengurung diri di kamar berhari-hari sampai orang tuanya bingun dan bertanya-tanya.Sampai suatu hari Iwan datang menemuinya membawa informasi,mengenai alasan kenapa hubungannya dulu dengan Dedi tak direstui karena Dedi akan di jodohkan dengan keluarga dekatnya sendiri,dan Perawat itulah orangnya.Rencana pernikahan mereka telah di tetapkan ketika nantinya Iwan sudah keluar dari rumah sakit.Apa yang telah di sampaikan Iwan membuatnya harus berpikir kembali mengenai keputusannya selama ini.Ya… Allah kalau ini merupakan kehendakmu dan jalan untuk bersatu dengan Dedi tak mungkin berikanlah petunjukMu.
Demi melupakan kesedihannya Ika lebih banyak tinggal di rumah dan mengisinya dengan kursus menjahit dengan ibunya tercinta.Perubahan ini membuat keluarganya senang.Iwan pun semakin rajin menemuinya dan menanyakan apa-apa saja termasuk kesehatannya.Iwan begitu perhatian dan tanggapan orang tuanya terhadap Iwan pun positif. Keluarganya menilai bahwa dia adalah sosok yang bisa bertanggung jawab dan begitu pengertian.Ika merasa senang .Sore harinya Iwan datang mengajaknya pergi jalan-jalan dengan alasan untuk menyegarkan pikirannya yang selama ini sumpek dan sedih.Tak usah berlarut-larut dalam kesedihan karena semua pasti ada hikmanya,pesan Iwan ketika mereka sedang menunggu sunset di pinggiran pantai Lamaninring.Tanpa disadarinya tangan Iwan memegang tangannya sembari berbisik di telinganya “aku tetap mencintaimu dan siap menerimamu kapan saja” Ika tak kuasa menahan tangisnya dan tak bisa berkata apa-apa selain anggukan kepalanya sebagai bukti bahwa dia masih mencintainya,selama ini Ika sudah memberikan penilaian terhadap laki-laki ini,begitu perhatian serta sayang.Seiring dengan senja yang mulai berlalu Ika telah menetapkan pilihannya.Suatu senja di Lamaninring yang tak akan terlupakan dalam sejarah hidupnya,dan hanya kata singkat samar terdengar dari mulut Iwan “terima kasih” mengiringi sang mentari kembali keperaduannya.
Maninring, 03 Mei 2009
Darwis Kadir
SMP Negeri 2 Pujananting
Rabu, 13 Januari 2010
Rabu, 23 Desember 2009
RAKYAT MENGGUGAT
Ternyata permasalahan bangsa ini sangat kompleks,mulai dari berbagai segi kehidupan,dan ironisnya bhttp://www.blogger.com/img/blank.gifahwa permasalahan bangsa tersebut semuanya berujung pada derita rakyat.Rakyat Indonesia dari segi kurung waktu dari berbagai rezim yang memerintah tak pernah tuntas dan bisa memberikan rasa keadilan dan kesejahteraan .seakan-akan keadilan dan kesejahteraan tersebut adalah harga yang kelewat mahal dan tak sanggup dibeli untuk dimiliki.Jika kita meninjau keadaan alam dan segala potensi yang tersimpan dalam perut bumi kita,maka kita adalah negara yang sangat patut berbangga dengan kekayaan itu,namun apa yang terjadi,apa yang salah dengan kita sampai dengan detik ini ?. Potensi yang semikian kaya kenapa tak pernah berimbas pada rakyat Indonesia dengan meningkatnya kesejahteraan mereka.
Perusahaan-perusahaan asing berlomba-lomba menanamkan investasinya di bumi yang kaya ini,dan rezim yang berkuasa dengan senang hati menerima dengan alih-alih bisa membantu keadaan negara yang memang selama ini selalu dilanda oleh krisis,baik itu krisis moneter,krisis kepercayaan. Tambang dikeruk,minyak dan gas di pompa demi menghasilkan dollar,namun ada sisi yang selalu membuat kita bertanya,pengelolaan tersebut memang diperuntukkan untuk siapa,karena masyarakat yang berada pada ring satu dari setiap perusahaan-perusahaan besar ini tak menunjukkan kehidupan mereka tersejahterahkan,harusnya merekalah yang berada pada daerah ini yang diberikan prioritas lebih karena mereka pun pasti yang akan merasakan dampak nyata dan langsung dari proses pengelolaan atau aktivitas dari perusahaan-perusaahan ini.Rezim penguasa sekarang kalau memang mau berbuat yang terbaik,maka seraplah aspirasi masyarakat secara langsung yang ada pada lapangan. Secara kongrit dari demokrasi yang kita gadang-gadang selama ini menghasilkan pemimpin yang bisa diharapkan memberikan setitik cahaya dalam mengatasi dan memecahkan setiap permasalahan ini.
Kasus nyata bank century merupaka tanggung jawab sang pemimpin dalam hal ini,bagaimana bisa membuat terobosan agar masalah ini bisa secepatnya tuntas dan menyeret para pelaku-pelaku yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dan tanpa mengenal apa dan siapa mereka,cepat lambatnya persoalan ini terselesaikan adalah nilai plus minusnya rezim penguasa. Rakyat saatnya sekarang bisa berbuat banyak dan menuntut hak-hak mereka yang terampas selama ini dan berkata lantang dalam penyeruan kebenaran,katakan yang benar dan katakan yang salah .penegakan hukum yang ada jangan hanya berfungsi jika para pelakunya adalah kelas teri yang yang dengan gampangnya bisa diciduk dan dikerasi apabila menimbulkan perlawanan dan seringkali tidak sesuai dengan protap. Penjahat kelas kakap berdasi naik mobil mewah tersangkut persoalan hukum dengan beberapa pendampingnya pengacara dengan proses perkara yang sangat lama,berbelit-belit dan akhirnya bisa bebas yang akhirnya menimbulkan kepedihan bagi masyarakat yang menyaksikannya,kenapa tidak jika persoalan yang terjadi pada rakyat kecil tunggulah proses perkaranya akan cepat dan ujung-ujungnya adalah penjara. Ironis kalau hukum diperjual belikan maka pemenangnya adalah si pemilik modal besar yang belum tentu apa yang mereka hasilkan selama ini dari cara yang benar.
Kita sebagai rakyat kecil kadang merasa gusar,marah,kecewa terhadap berbagai permasalahan hukum yang setiap hari bisa kita saksikan di berbagai media,kenapa,kenapa dan kenapa yang jawabannya kadang kita kita sendiri pun bingung apa jawaban sebenarnya. Jadi kita sebagai rakyat kecil kadang apatis,beringas dan terlewat berani untuk berbuat yang tak semestinya kita lakukan sebagai bangsa yang dikenal santun,menjunjung nilai ketimuran dan kekeluargaan,mestinya setiap persoalan dihadapi dengan kepala dingin menjadi penanganan dengan emosi yang meluap-luap dan seringkali adalah korbannya juga adalah rakyat kecil. Pencuri yang kedapatan maling di pemukiman masyarakat,dengan beringasnya masyarakat kita dengan rasa amarah mengeroyok,menyiksa sampai tidak berdayanya,bahkan ada yang dibakar,disiram dengan bensin sampai akhirnya meninggal,walaupun apa yang dilakukan si maling ini adalah demi menghidupi diri dan keluarganaya namun caranya yang salah,tapi masyarakt kita mulai tak peduli,sungguh kasihan.
Pada dasarnya penegakan hukum tak boleh pandang bulu,secara teoritis namun secara langsung/faktual yang terjadi di masyarakat jauh panggang dari api,mestinya para perampok negara untuk istilah bagi para koruptor demi mendapatka ganjaran setimpal dari apa yang telah mereka perbuat,namun lagi-lagi para koruptor ini ingin membuktikan kepada kita bahwa mereka tetap ingin bercokol dan terus menggembosi negara ini yang memang sudah keropos,buktinya keberadaan KPK yang diharap membawa angin segar bagi penegakan hukum bagi mafia-mafia ini terus dironrong dan dicarikan jalan bagaimana agar lembaga ini sirna dan mereka dengan amannya terus dan terus menggerogoti negeri ini.Rakyat harus sadar dan bisa memberikan andil yang sangat besar dalam mempertahankan keberadaan lembaga ini dan harus cerdik mencermati ada apa dibalik kasus ini.Kalau rakyat sudah tercerahkan maka dukungan akan terus berdatangan dan ini akan menjadi penghalang besar bagi jaringan mafia koruptor yang ada di Indonesia,Ditakutkan kalau lembaga-lembaga yang diharapkan bisa menangani perkara seperti ini tidak menjalankan fungsinya maka rakyat yang akan jadi pengadil dengan turun jalan dan ini jelas akan menimbulkan dampak sosial. Masihka kita ingin melihat negeri ini porak-poranda lagi oleh berbagai isu-isu yang di tiupkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab?, Isu agama,Ras,ketidakadilan pembangunan.Kerusukan Ambon,Poso, Papua ingin merdeka dll telah membuktikan bahwa masyarakat kita masih rentan akan perpecahan.
Kebijakan pembangunan juga harus benar-benar menyentuh pada aspek kepentingan dan kesejahteran masyarakat,Pembagian kue dalam pembangunan yang telah berlangsung pada beberapa rezim sebelumnya harus dibenahi karena dari persoalan itu yang kemudian memunculkan ketidakpuasan,bagaimana tidak daerah yang kaya dengan segala potensi yang dimiliki ternyata tidak mereka nikmati sedangkan dilain sisi daerah yang artian biasa-biasa saja ternyata meroket laju perkembangannya,jangan sampai terjadi istilah pengeksporan dalam negara sendiri yang ternyata merugikan daerah pihak si pengekspor itu.Maka tak heran muncullah Papua merdeka yang imbas dari ketidakpuasan itu dan itu sekarang masih menyisakan berbagai masalah yang setiap saat akan meletus dan untuk itu diperlukan pendekatan yang bisa menyentuh langsung ke akar permasalahan yang sebenarnya. Jadi tugas dan tanggung jawab pemerintah sekarang tidak sekedar memberikan rasa aman kepada masyarakatnya tetapi lebih dituntut kepada pemberian stimulus dan langkah nyata/kongkrit dalam penegakan supremasi hukum serta peningkatan kesejahteraan terutama dalam pengefektipan dan pembangunan industri yang berasal dari skala kecil sampai menengah. Dengan tumbuhnya industri dan penegakan hukum dalam masyarakat akan memacu kreatifitas dalam berkarya sehingga gejolak-gejolak sosial yang sering timbul akibat ketimpangan sosial sedikit banyak akan diredam.Tentunya pula perlu backup dari pemerintah dalam melindungi para para pengusaha dalam negeri terhadap serangan dari luar negeri misalnya serbuan produk dari negara-negara maju,dan pemberian kredit/modal yang diusahakan pengembaliannya dengan bunga seringan mungkin serta birokrasi yang tidak berbelit-belit.
Setiap negara di dunia ini tidak ada yang lepas dari segala permasalahan terhadap masyarakatnya,namun beberapa negara memang telah membuktikan bahwa permasalahan mereka dapat diatasi dengan menerapkan berbagai macam cara yang tidak terlepas dari sistem apa yang mereka jalankan,walaupun pada hakekatnya di dunia ini tidak ada satupun sistem yang mengatur kehidupan manusia dapat dikatakan sempurna sepanjang itu masih dalam kisaran produk manusia itu sendiri.Mental bangsa yang bermoral dan pemahaman nilai-nilai kebenaranlah yang bersumber dari nilai agama yang mampu membentengi manusia dalam segala aktivitas hidupnya,baik dia sebagai penguasa/presiden terus kepada jajaran terendahnya,sampai kepada masyarakat biasa. Jika hal itu dibudayakan mulai sekarang maka yakinlah kita bahwa bangsa ini akan dirahmati dan dijauhkan dari segala macam bencana,bukankah bencana tersebut datang karena ulah manusia sendiri,maka untuk mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan secara menyeluruh,tinggal jawabannya ada pada kita semua,maukah kita semua bertobat dan memulai semuanya dengan nawaitu/niat yang baik dari setiap komponen dan lapisan masyarakat Indonesia demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa ke depan.
Perusahaan-perusahaan asing berlomba-lomba menanamkan investasinya di bumi yang kaya ini,dan rezim yang berkuasa dengan senang hati menerima dengan alih-alih bisa membantu keadaan negara yang memang selama ini selalu dilanda oleh krisis,baik itu krisis moneter,krisis kepercayaan. Tambang dikeruk,minyak dan gas di pompa demi menghasilkan dollar,namun ada sisi yang selalu membuat kita bertanya,pengelolaan tersebut memang diperuntukkan untuk siapa,karena masyarakat yang berada pada ring satu dari setiap perusahaan-perusahaan besar ini tak menunjukkan kehidupan mereka tersejahterahkan,harusnya merekalah yang berada pada daerah ini yang diberikan prioritas lebih karena mereka pun pasti yang akan merasakan dampak nyata dan langsung dari proses pengelolaan atau aktivitas dari perusahaan-perusaahan ini.Rezim penguasa sekarang kalau memang mau berbuat yang terbaik,maka seraplah aspirasi masyarakat secara langsung yang ada pada lapangan. Secara kongrit dari demokrasi yang kita gadang-gadang selama ini menghasilkan pemimpin yang bisa diharapkan memberikan setitik cahaya dalam mengatasi dan memecahkan setiap permasalahan ini.
Kasus nyata bank century merupaka tanggung jawab sang pemimpin dalam hal ini,bagaimana bisa membuat terobosan agar masalah ini bisa secepatnya tuntas dan menyeret para pelaku-pelaku yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dan tanpa mengenal apa dan siapa mereka,cepat lambatnya persoalan ini terselesaikan adalah nilai plus minusnya rezim penguasa. Rakyat saatnya sekarang bisa berbuat banyak dan menuntut hak-hak mereka yang terampas selama ini dan berkata lantang dalam penyeruan kebenaran,katakan yang benar dan katakan yang salah .penegakan hukum yang ada jangan hanya berfungsi jika para pelakunya adalah kelas teri yang yang dengan gampangnya bisa diciduk dan dikerasi apabila menimbulkan perlawanan dan seringkali tidak sesuai dengan protap. Penjahat kelas kakap berdasi naik mobil mewah tersangkut persoalan hukum dengan beberapa pendampingnya pengacara dengan proses perkara yang sangat lama,berbelit-belit dan akhirnya bisa bebas yang akhirnya menimbulkan kepedihan bagi masyarakat yang menyaksikannya,kenapa tidak jika persoalan yang terjadi pada rakyat kecil tunggulah proses perkaranya akan cepat dan ujung-ujungnya adalah penjara. Ironis kalau hukum diperjual belikan maka pemenangnya adalah si pemilik modal besar yang belum tentu apa yang mereka hasilkan selama ini dari cara yang benar.
Kita sebagai rakyat kecil kadang merasa gusar,marah,kecewa terhadap berbagai permasalahan hukum yang setiap hari bisa kita saksikan di berbagai media,kenapa,kenapa dan kenapa yang jawabannya kadang kita kita sendiri pun bingung apa jawaban sebenarnya. Jadi kita sebagai rakyat kecil kadang apatis,beringas dan terlewat berani untuk berbuat yang tak semestinya kita lakukan sebagai bangsa yang dikenal santun,menjunjung nilai ketimuran dan kekeluargaan,mestinya setiap persoalan dihadapi dengan kepala dingin menjadi penanganan dengan emosi yang meluap-luap dan seringkali adalah korbannya juga adalah rakyat kecil. Pencuri yang kedapatan maling di pemukiman masyarakat,dengan beringasnya masyarakat kita dengan rasa amarah mengeroyok,menyiksa sampai tidak berdayanya,bahkan ada yang dibakar,disiram dengan bensin sampai akhirnya meninggal,walaupun apa yang dilakukan si maling ini adalah demi menghidupi diri dan keluarganaya namun caranya yang salah,tapi masyarakt kita mulai tak peduli,sungguh kasihan.
Pada dasarnya penegakan hukum tak boleh pandang bulu,secara teoritis namun secara langsung/faktual yang terjadi di masyarakat jauh panggang dari api,mestinya para perampok negara untuk istilah bagi para koruptor demi mendapatka ganjaran setimpal dari apa yang telah mereka perbuat,namun lagi-lagi para koruptor ini ingin membuktikan kepada kita bahwa mereka tetap ingin bercokol dan terus menggembosi negara ini yang memang sudah keropos,buktinya keberadaan KPK yang diharap membawa angin segar bagi penegakan hukum bagi mafia-mafia ini terus dironrong dan dicarikan jalan bagaimana agar lembaga ini sirna dan mereka dengan amannya terus dan terus menggerogoti negeri ini.Rakyat harus sadar dan bisa memberikan andil yang sangat besar dalam mempertahankan keberadaan lembaga ini dan harus cerdik mencermati ada apa dibalik kasus ini.Kalau rakyat sudah tercerahkan maka dukungan akan terus berdatangan dan ini akan menjadi penghalang besar bagi jaringan mafia koruptor yang ada di Indonesia,Ditakutkan kalau lembaga-lembaga yang diharapkan bisa menangani perkara seperti ini tidak menjalankan fungsinya maka rakyat yang akan jadi pengadil dengan turun jalan dan ini jelas akan menimbulkan dampak sosial. Masihka kita ingin melihat negeri ini porak-poranda lagi oleh berbagai isu-isu yang di tiupkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab?, Isu agama,Ras,ketidakadilan pembangunan.Kerusukan Ambon,Poso, Papua ingin merdeka dll telah membuktikan bahwa masyarakat kita masih rentan akan perpecahan.
Kebijakan pembangunan juga harus benar-benar menyentuh pada aspek kepentingan dan kesejahteran masyarakat,Pembagian kue dalam pembangunan yang telah berlangsung pada beberapa rezim sebelumnya harus dibenahi karena dari persoalan itu yang kemudian memunculkan ketidakpuasan,bagaimana tidak daerah yang kaya dengan segala potensi yang dimiliki ternyata tidak mereka nikmati sedangkan dilain sisi daerah yang artian biasa-biasa saja ternyata meroket laju perkembangannya,jangan sampai terjadi istilah pengeksporan dalam negara sendiri yang ternyata merugikan daerah pihak si pengekspor itu.Maka tak heran muncullah Papua merdeka yang imbas dari ketidakpuasan itu dan itu sekarang masih menyisakan berbagai masalah yang setiap saat akan meletus dan untuk itu diperlukan pendekatan yang bisa menyentuh langsung ke akar permasalahan yang sebenarnya. Jadi tugas dan tanggung jawab pemerintah sekarang tidak sekedar memberikan rasa aman kepada masyarakatnya tetapi lebih dituntut kepada pemberian stimulus dan langkah nyata/kongkrit dalam penegakan supremasi hukum serta peningkatan kesejahteraan terutama dalam pengefektipan dan pembangunan industri yang berasal dari skala kecil sampai menengah. Dengan tumbuhnya industri dan penegakan hukum dalam masyarakat akan memacu kreatifitas dalam berkarya sehingga gejolak-gejolak sosial yang sering timbul akibat ketimpangan sosial sedikit banyak akan diredam.Tentunya pula perlu backup dari pemerintah dalam melindungi para para pengusaha dalam negeri terhadap serangan dari luar negeri misalnya serbuan produk dari negara-negara maju,dan pemberian kredit/modal yang diusahakan pengembaliannya dengan bunga seringan mungkin serta birokrasi yang tidak berbelit-belit.
Setiap negara di dunia ini tidak ada yang lepas dari segala permasalahan terhadap masyarakatnya,namun beberapa negara memang telah membuktikan bahwa permasalahan mereka dapat diatasi dengan menerapkan berbagai macam cara yang tidak terlepas dari sistem apa yang mereka jalankan,walaupun pada hakekatnya di dunia ini tidak ada satupun sistem yang mengatur kehidupan manusia dapat dikatakan sempurna sepanjang itu masih dalam kisaran produk manusia itu sendiri.Mental bangsa yang bermoral dan pemahaman nilai-nilai kebenaranlah yang bersumber dari nilai agama yang mampu membentengi manusia dalam segala aktivitas hidupnya,baik dia sebagai penguasa/presiden terus kepada jajaran terendahnya,sampai kepada masyarakat biasa. Jika hal itu dibudayakan mulai sekarang maka yakinlah kita bahwa bangsa ini akan dirahmati dan dijauhkan dari segala macam bencana,bukankah bencana tersebut datang karena ulah manusia sendiri,maka untuk mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan secara menyeluruh,tinggal jawabannya ada pada kita semua,maukah kita semua bertobat dan memulai semuanya dengan nawaitu/niat yang baik dari setiap komponen dan lapisan masyarakat Indonesia demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa ke depan.
REDISTRIBUSI SERTA DAMPAK PSIKOLOGIS GURU
Membicarakan tentang permasalahan guru dan segala hal yang berkaitan dengan profesi guru adalah sesuatu hal yang sebenarnya sudah usang karena hal ini sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu dalam institusi pendidikan negara kita.Namun permasalahan tersebut belumlah sepenuhnya tuntas,masih menyisakan berbagai persoalan di daerah-daerah sampai kepada pelosok terpencil.Profesi guru adalah Sesutu yang mulia bagaimaana tidak karena dengan guru banyak orang yang bisa berhasil tercerahkan dalam kehidupan dan semuanya pasti berasal dari sentuhan guru yang pernah melalui jalur yang namanya sekolah/pendidikan. Tak bisa dinafikkan bahwa setiap komponen yang ada dalam setiap birokrasi pemerintahan dan institusi yang lainnya,baik itu sebagai pejabat,kepala,ketua dan lain sebagianya dilahirkan dan dibentuk secara sadar oleh para yang namanya Tuan Guru. Dalam konteks Tuan guru ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa pemberian gelar kehormatan ini oleh masyrakat pada masa yang lalu menandakan bahwa masyarakat menghargai dan merasakan langsung apa yang telah diperbuat oleh para guru ini. Dedikasi dan pengabdian mereka tak diragukan walaupun pada masa-masa yang sulit serta kehidupan mereka ditinjau dari segi ekonomi boleh dikata pas-pasan saja dan bahkan cenderung serba kekurangan,dari hal ini yang kemudian melatar belakangi pemberian jargon guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Guru dengan tingkat kesejahreaannya.
Kondisi kehidupan guru dewasa ini belum terlalu memberikan gambaran yang nyata akan meningkatnya kehidupan mereka walaupun telah berbagai kebijakan pemerintah menyangkut guru telah ditetapkan seperti jalur sertifikasi yang mana guru yang telah memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditetapkan akan berhak diberi tunjangan profesi sebesar gaji pokok mereka,namun itu masih dalam skala yang terbatas karena belum semua guru akan bisa langsung menerima tunjangan ini,ada prosedur,aturan dan mekanisme yang mengaturnya,namun menurut pemerintah bahwa semua yang berprofesi guru akan menerima tunjangan ini paling lambat 2014,tapi bagi yang belum menerima menyisakan pertanyaan bagi mereka kapan saya bisa lulus sertifikasi ini dilain segi kebutuhan ekonomi keluarga juga semakin meningkat oleh arus globalisasi dan tipe masyarakat sekarng yang semakin komsumtif,sedangkan gaji untuk guru di Indonesia bila dibandingkan dengan gaji guru di negara-negara tetangga misalnya Malaysia jauh berbeda dan logika sederhananya bahwa tingkat kesejahtreaan guru kita dibangding dengan guru negara tetangga juga jelas berbeda.
Redistribusi guru dan dampak psikologisnya
Masalah lain harus dicermati oleh pengambil keputusan/stakeholder mengenai redistribusi guru sebenarnya. Bagaimana penyebaran guru yang merata di setiap daerah-daerah diperhatikan,jangan terjadi pengelompokan guru di sektor perkotaan saja kemudian disektor daerah terpencil terabaikan. Persoalan seperti ini yang harus dicarikan solusi yang tepat karena untuk memajukan dan mendapatkan hasil pendidikan yang memadai yang bisa di ukur dengan indikator keberhasilan seperti Ujian Nasional maka faktor guru merupakan hal yang paling pokok selain dari kondisi peserta didik itu sendiri. Peran guru dalam keberhasilan pendidikan ini adalah Sesuatu yang vital karena mereka inilah yang langsung bersentuhan,mengetahui kondisi,apa masalah dan pemecahan masalah yang dipakai dalam membantu mengatasi hal yang dialami dalam lingkungan sekolah. Guru yang ditugaskan pada daerah terpencil dan di kota akan menggambarkan kendala yang dihadapi pasti berbeda. Pada Gurdacil (guru di daerah terpencil) mereka akan dihadapkan pada tantangan alam,karakteristik masyarakat,sosial budaya serta perbedaan agama yang mungkin merupakan hambatan dalam mengembang tugas mulia ini. Dimana akses mendapatkan layanan informasi serba terbatas dibandingkan dengan keberadaan guru diperkotaan,walaupun ada masalah yang dihadapi namun tidak sekompleks dan serumit dengan gurdacil ini.
Kondisi psikologis guru yang telah lama mengabdi di daerah terpencil harus menjadi perhatian kita semua,karena mengabdi pada daerah yang akses jalan dan penerangan yang seadanya membutuhkan tekad dan semangat yang kuat,jangan sampai ada guru yang mengetahui tempat tugasnya di daerah pelosok kemudian belum melaksanakan tugasnya sebagai pendidik malah sudah sibuk urus pindah.Kebijakan pemerintah daerah dalam hal mutasi untuk guru - guru di daerah terpencil ini haruslah tepat,bagaimanapun juga guru yang telah lama mengabdi,atau bahkan sejak dibukanya sekolah lebih dari 10 tahun belum dimutasi dan telah lama berjuang dan berusaha dan mengurus untuk pindah ke tempat yang lebih ramai, namun keputusan untuk memindahkan mereka tak pernah digubris oleh pengambil kebijakan. Dalam hal ini akan menimbulkan dampak psikologis yang bisa berefek pada tingkat kedisiplinan,dan motivasi mengajar yang akhirnya berujung pada kegagalan peserta didik. Guru adalah manusia yang memiliki rasa bosan dan menggeluti profesi guru di tempat yang lama akan menimbulkan rasa jenuh. Oleh karena itu usaha dan peran dalam mendistribusikan guru secara merata di setiap tempat baik di kota atau dipelosok harus benar-benar dilakukan secara tepat terutama dalam penempatan guru untuk setiap jenis mata pelajaran karena jangan sampai sekolah yang membutuhkan guru bahasa Inggris tetapi yang ditempatkan di sekolah itu adalah guru IPS sedangkan guru IPS disekolah itu sudah ada 3 misalnya. Sinergi antara dinas Pendidikan dengan BKD di tingkat Kabupaten/daerah harus benar-benar terjalin,karena setiap sekolah selalu ada pelaporannya ke dinas pendidikan tentang kondisi riil sekolah tersebut.Dengan pelaporan ini Pemerintah daerah/dinas pendidikan bisa mencermati dan mengambil langkah nyata dalam mendistribusikan guru sesuai dengan kebutuhan dan permintaan dari tiap-tiap sekolah.
Perlu kebijakan tersendiri bagi guru yang tidak masuk kategori terpencil
Untuk meningkatkan ,motivasi bagi guru yang mengajar di daerah terpencil memang perlu ada stimulus untuk itu semisal pemberian insentif yang dalam permendiknas memang telah dianggarkan,tetapi itu untuk prioritas sekolah yang masuk kategori terpencil yang digambarkan bahwa sekolah tersebut akses jalannya atau lokasi sekolahnya tidak terjangkau oleh kendaraan,tidak ada sarana penerangan atau tidak terjangkau oleh jaringan listrik.Tetapi bagaimana dengan sekolah yang akses jalannya bisa dilalui kendaraan dengan kondisi aspal yang hancur akibat pengikisan air karena berfungsi juga sebagai selokan jikalau musim hujan , namun jaraknya sangat jauh dari lokasi tempat tinggal guru,kemudian arus transportasinya tidak lancar dan membutuhkan waktu tempuh berjam-jam melalui pendakian dan tanjakan baru sampai disekolah,dimana lagi jaringan listrik tidak ada,jika malam menggunakan lampu teplok,lampu jaman dulu dalam kehidupan yang serba modern sekarang ditambah dengan suasana kebatinan akibat lokasi sekolah yang dibangun jauh dari lokasi perkampungan,Kalau siswa telah pulang tinggallah sang guru dalam kesunyiannya,mau balik kerumah tidak ada kendaran lagi yang bisa mengantar sampai kerumah.Ini akibat tidak jelasnya dalam penentuan lokasi sekolah oleh pihak yang berwenang atau mungkin juga karena ingin mendapatkan lokasi dengan ganti rugi yang murah atau memang sudah tidak ada lagi lokasi yang dianggap cocok. Adakah pemberian stimulus yang sesuai dengan kondisi para guru seperti ini dimana mereka telah lama mengabdi ?. Bukankah dalam mencerdaskan anak bangsa butuh pengorbanan dan bahkan tak jarang keluar air mata dalam menghadapi siswa yang berbeda latar belakangnya,dimana lagi kondisi masyarakat yang tidak mau tahu jika anak mereka tinggal kelas atau tidak lulus seakan-akan semua kesalahan tersebut ditimpakan pada sang guru. Harga diri setiap guru selalu dipertaruhkan dalam setiap moment penting seperti kenaikan kelas dan ujian nasional dan tak jarang karena standar ujian nasional yang terlalu tinggi dengan kondisi sekolah yang tidak terlalu melek dalam pemamfaatan teknologi dan informasi membuat guru berbuat sesuatu yang melanggar hati nuraninya. Dengan mencermati hal seperti di atas saatnya kaum guru meneriakkan dengan lantang tidak membutuh pujian tetapi butuh uang/kesejahteraan seperti yang selalu digemborkan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,suatu pujian yang bisa melenakan guru tetapi dengan beratnya dan banyaknya tantangan ke depan yang dihadapi guru,maka selayaknyalah guru mendapat prioritas lebih apalagi yang bertugas di daerah terpencil serta di daerah yang sebenarnya terpencil tetapi karena sesuatu kebijakan dari pengambil kebijakan di daerah memutuskan tidak masuk kategori terpencil.Jika demikian maka perlu ada kebijakan yang harus di buat dalam memberikan setitik harapan terhadap guru yang masuk dalam kategori tidak terpencil tapi suasananya yang sebenarnya terpencil.Perlu ada perda yang mengatur hal ini,dengan penambahan semisal insentif bagi guru ini walaupun tidak sama dengan guru yang masuk kategori terpencil yang anggarannya dari pusat, tetapi setidaknya bisa mengakomodasi semua kebutuhan yang dikeluarkan oleh guru dalam hal ini untuk menghargai perjuangan dan pengorbanan mereka selain dari gaji tetap mereka yang bisa dianggarkan oleh daerah setempat.
DARWIS KADIR,S.Pd, M.Si
( Guru SMPN 2 Pujananting Kab. Barru )
Guru dengan tingkat kesejahreaannya.
Kondisi kehidupan guru dewasa ini belum terlalu memberikan gambaran yang nyata akan meningkatnya kehidupan mereka walaupun telah berbagai kebijakan pemerintah menyangkut guru telah ditetapkan seperti jalur sertifikasi yang mana guru yang telah memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditetapkan akan berhak diberi tunjangan profesi sebesar gaji pokok mereka,namun itu masih dalam skala yang terbatas karena belum semua guru akan bisa langsung menerima tunjangan ini,ada prosedur,aturan dan mekanisme yang mengaturnya,namun menurut pemerintah bahwa semua yang berprofesi guru akan menerima tunjangan ini paling lambat 2014,tapi bagi yang belum menerima menyisakan pertanyaan bagi mereka kapan saya bisa lulus sertifikasi ini dilain segi kebutuhan ekonomi keluarga juga semakin meningkat oleh arus globalisasi dan tipe masyarakat sekarng yang semakin komsumtif,sedangkan gaji untuk guru di Indonesia bila dibandingkan dengan gaji guru di negara-negara tetangga misalnya Malaysia jauh berbeda dan logika sederhananya bahwa tingkat kesejahtreaan guru kita dibangding dengan guru negara tetangga juga jelas berbeda.
Redistribusi guru dan dampak psikologisnya
Masalah lain harus dicermati oleh pengambil keputusan/stakeholder mengenai redistribusi guru sebenarnya. Bagaimana penyebaran guru yang merata di setiap daerah-daerah diperhatikan,jangan terjadi pengelompokan guru di sektor perkotaan saja kemudian disektor daerah terpencil terabaikan. Persoalan seperti ini yang harus dicarikan solusi yang tepat karena untuk memajukan dan mendapatkan hasil pendidikan yang memadai yang bisa di ukur dengan indikator keberhasilan seperti Ujian Nasional maka faktor guru merupakan hal yang paling pokok selain dari kondisi peserta didik itu sendiri. Peran guru dalam keberhasilan pendidikan ini adalah Sesuatu yang vital karena mereka inilah yang langsung bersentuhan,mengetahui kondisi,apa masalah dan pemecahan masalah yang dipakai dalam membantu mengatasi hal yang dialami dalam lingkungan sekolah. Guru yang ditugaskan pada daerah terpencil dan di kota akan menggambarkan kendala yang dihadapi pasti berbeda. Pada Gurdacil (guru di daerah terpencil) mereka akan dihadapkan pada tantangan alam,karakteristik masyarakat,sosial budaya serta perbedaan agama yang mungkin merupakan hambatan dalam mengembang tugas mulia ini. Dimana akses mendapatkan layanan informasi serba terbatas dibandingkan dengan keberadaan guru diperkotaan,walaupun ada masalah yang dihadapi namun tidak sekompleks dan serumit dengan gurdacil ini.
Kondisi psikologis guru yang telah lama mengabdi di daerah terpencil harus menjadi perhatian kita semua,karena mengabdi pada daerah yang akses jalan dan penerangan yang seadanya membutuhkan tekad dan semangat yang kuat,jangan sampai ada guru yang mengetahui tempat tugasnya di daerah pelosok kemudian belum melaksanakan tugasnya sebagai pendidik malah sudah sibuk urus pindah.Kebijakan pemerintah daerah dalam hal mutasi untuk guru - guru di daerah terpencil ini haruslah tepat,bagaimanapun juga guru yang telah lama mengabdi,atau bahkan sejak dibukanya sekolah lebih dari 10 tahun belum dimutasi dan telah lama berjuang dan berusaha dan mengurus untuk pindah ke tempat yang lebih ramai, namun keputusan untuk memindahkan mereka tak pernah digubris oleh pengambil kebijakan. Dalam hal ini akan menimbulkan dampak psikologis yang bisa berefek pada tingkat kedisiplinan,dan motivasi mengajar yang akhirnya berujung pada kegagalan peserta didik. Guru adalah manusia yang memiliki rasa bosan dan menggeluti profesi guru di tempat yang lama akan menimbulkan rasa jenuh. Oleh karena itu usaha dan peran dalam mendistribusikan guru secara merata di setiap tempat baik di kota atau dipelosok harus benar-benar dilakukan secara tepat terutama dalam penempatan guru untuk setiap jenis mata pelajaran karena jangan sampai sekolah yang membutuhkan guru bahasa Inggris tetapi yang ditempatkan di sekolah itu adalah guru IPS sedangkan guru IPS disekolah itu sudah ada 3 misalnya. Sinergi antara dinas Pendidikan dengan BKD di tingkat Kabupaten/daerah harus benar-benar terjalin,karena setiap sekolah selalu ada pelaporannya ke dinas pendidikan tentang kondisi riil sekolah tersebut.Dengan pelaporan ini Pemerintah daerah/dinas pendidikan bisa mencermati dan mengambil langkah nyata dalam mendistribusikan guru sesuai dengan kebutuhan dan permintaan dari tiap-tiap sekolah.
Perlu kebijakan tersendiri bagi guru yang tidak masuk kategori terpencil
Untuk meningkatkan ,motivasi bagi guru yang mengajar di daerah terpencil memang perlu ada stimulus untuk itu semisal pemberian insentif yang dalam permendiknas memang telah dianggarkan,tetapi itu untuk prioritas sekolah yang masuk kategori terpencil yang digambarkan bahwa sekolah tersebut akses jalannya atau lokasi sekolahnya tidak terjangkau oleh kendaraan,tidak ada sarana penerangan atau tidak terjangkau oleh jaringan listrik.Tetapi bagaimana dengan sekolah yang akses jalannya bisa dilalui kendaraan dengan kondisi aspal yang hancur akibat pengikisan air karena berfungsi juga sebagai selokan jikalau musim hujan , namun jaraknya sangat jauh dari lokasi tempat tinggal guru,kemudian arus transportasinya tidak lancar dan membutuhkan waktu tempuh berjam-jam melalui pendakian dan tanjakan baru sampai disekolah,dimana lagi jaringan listrik tidak ada,jika malam menggunakan lampu teplok,lampu jaman dulu dalam kehidupan yang serba modern sekarang ditambah dengan suasana kebatinan akibat lokasi sekolah yang dibangun jauh dari lokasi perkampungan,Kalau siswa telah pulang tinggallah sang guru dalam kesunyiannya,mau balik kerumah tidak ada kendaran lagi yang bisa mengantar sampai kerumah.Ini akibat tidak jelasnya dalam penentuan lokasi sekolah oleh pihak yang berwenang atau mungkin juga karena ingin mendapatkan lokasi dengan ganti rugi yang murah atau memang sudah tidak ada lagi lokasi yang dianggap cocok. Adakah pemberian stimulus yang sesuai dengan kondisi para guru seperti ini dimana mereka telah lama mengabdi ?. Bukankah dalam mencerdaskan anak bangsa butuh pengorbanan dan bahkan tak jarang keluar air mata dalam menghadapi siswa yang berbeda latar belakangnya,dimana lagi kondisi masyarakat yang tidak mau tahu jika anak mereka tinggal kelas atau tidak lulus seakan-akan semua kesalahan tersebut ditimpakan pada sang guru. Harga diri setiap guru selalu dipertaruhkan dalam setiap moment penting seperti kenaikan kelas dan ujian nasional dan tak jarang karena standar ujian nasional yang terlalu tinggi dengan kondisi sekolah yang tidak terlalu melek dalam pemamfaatan teknologi dan informasi membuat guru berbuat sesuatu yang melanggar hati nuraninya. Dengan mencermati hal seperti di atas saatnya kaum guru meneriakkan dengan lantang tidak membutuh pujian tetapi butuh uang/kesejahteraan seperti yang selalu digemborkan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,suatu pujian yang bisa melenakan guru tetapi dengan beratnya dan banyaknya tantangan ke depan yang dihadapi guru,maka selayaknyalah guru mendapat prioritas lebih apalagi yang bertugas di daerah terpencil serta di daerah yang sebenarnya terpencil tetapi karena sesuatu kebijakan dari pengambil kebijakan di daerah memutuskan tidak masuk kategori terpencil.Jika demikian maka perlu ada kebijakan yang harus di buat dalam memberikan setitik harapan terhadap guru yang masuk dalam kategori tidak terpencil tapi suasananya yang sebenarnya terpencil.Perlu ada perda yang mengatur hal ini,dengan penambahan semisal insentif bagi guru ini walaupun tidak sama dengan guru yang masuk kategori terpencil yang anggarannya dari pusat, tetapi setidaknya bisa mengakomodasi semua kebutuhan yang dikeluarkan oleh guru dalam hal ini untuk menghargai perjuangan dan pengorbanan mereka selain dari gaji tetap mereka yang bisa dianggarkan oleh daerah setempat.
DARWIS KADIR,S.Pd, M.Si
( Guru SMPN 2 Pujananting Kab. Barru )
Langganan:
Postingan (Atom)